Puteri Indonesia 2026
Daftar 45 Finalis Puteri Indonesia 2026, Sosok Cheryl Lidia Regar Wakil Kaltim
Ajang pemilihan Puteri Indonesia 2026 segera berlangsung, dijadwalkan pada 24 April 2026 di Jakarta.
TRIBUNKALTIM.CO - Ajang pemilihan Puteri Indonesia 2026 segera berlangsung, dijadwalkan pada 24 April 2026 di Jakarta.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kompetisi ini tidak hanya menampilkan kecantikan fisik, tetapi juga menilai kecerdasan, kepribadian, serta kepedulian sosial dari para pesertanya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 45 finalis Puteri Indonesia 2026 telah diumumkan dan siap bersaing membawa identitas serta keunggulan masing-masing provinsi.
Kehadiran para finalis ini mencerminkan keberagaman latar belakang, mulai dari pendidikan, profesi, hingga isu advokasi yang mereka usung.
Ajang ini menjadi panggung nasional bagi perempuan muda untuk menunjukkan kapasitas diri sekaligus memperkenalkan potensi daerah asalnya.
Baca juga: Jadwal Grand Final Puteri Indonesia 2026 Lengkap Daftar 45 Finalis, Ada Cheryl Wakil Kaltim!
Dari wilayah Kalimantan Timur, perhatian publik tertuju pada sosok Cheryl Lidia Regar yang tampil sebagai salah satu perwakilan.
Sosok Cheryl Lidia Regar, Wakil Kalimantan Timur
Dikutip dari Instagram officialputeriindonesia, Cheryl Lidia Regar, yang memiliki gelar A.Md.Kom (Ahli Madya Komputer), diketahui merupakan seorang mahasiswi di bidang Sistem Informasi.
Selain itu, ia juga telah memperoleh sertifikasi sebagai Certified System Analyst (CSA) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang merupakan lembaga resmi pemerintah dalam memberikan pengakuan kompetensi kerja di Indonesia.
Di usianya yang masih 22 tahun, Cheryl telah aktif sebagai advokat keberlanjutan sejak 2019.
Istilah advokat keberlanjutan sendiri merujuk pada individu yang secara aktif mengampanyekan isu-isu lingkungan, seperti perubahan iklim, pengelolaan limbah, serta penggunaan sumber daya secara bijak untuk masa depan.
Melalui gerakan yang ia bangun bernama “Nextainable”, Cheryl berupaya mengajak generasi muda untuk lebih memahami pentingnya keberlanjutan.
Gerakan ini menggabungkan pendekatan edukasi, kreativitas digital, serta keterlibatan komunitas agar pesan lingkungan dapat tersampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami.
Dalam deskripsi advokasinya, disebutkan:
“Nextainable: Menggerakkan Generasi Muda melalui Inovasi Digital untuk Aksi Iklim Berkelanjutan”
Gerakan ini menjadi jembatan antara pengetahuan dan aksi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260413_cheryl-puteri-kaltim.jpg)