Liga Italia
Michael Bambang Hartono Meninggal, Como 1907 dan Klub Serie A Lain Ucapkan Belasungkawa
Michael Bambang Hartono dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026, di Singapura.
“Kami membeli Como hanya untuk keperluan produksi dokumenter televisi, lalu kami melihat adanya potensi bisnis di sektor olahraga,” tuturnya.
Seiring waktu, proyek tersebut berkembang menjadi investasi serius yang menjadikan Como sebagai salah satu tim yang diperhitungkan di Serie A.
Performa Como 1907 dan Dampak Kepemimpinan Hartono
Di bawah kepemimpinan keluarga Hartono, Como tidak hanya sekadar bertahan di Serie A, tetapi juga berkembang menjadi tim kompetitif.
Pada musim sebelumnya, klub berhasil finis di posisi ke-10 klasemen.
Namun pada musim berjalan, tim yang dilatih oleh Cesc Fabregas menunjukkan performa yang lebih impresif.
Mereka bahkan bersaing di papan atas dan menjadi kandidat serius untuk mengamankan tiket ke Liga Champions—kompetisi elit klub Eropa.
Transformasi ini tidak hanya mencerminkan peningkatan kualitas tim di lapangan, tetapi juga perubahan identitas klub secara keseluruhan.
Como kini dikenal sebagai klub dengan fondasi kuat, manajemen profesional, dan visi jangka panjang yang jelas.
Pernyataan Resmi Como 1907: Penghormatan Terakhir
Sebagai klub yang paling dekat dengan sosok Michael Hartono, Como 1907 menjadi pihak pertama yang menyampaikan penghormatan secara resmi.
Dalam pernyataannya, klub menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian sang pemilik.
“Como 1907 sangat berduka atas meninggalnya Michael Bambang Hartono.”
“Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada Keluarga Hartono dan seluruh jajaran Grup Djarum.”
“Di bawah kepemimpinan beliau, klub ini telah memasuki babak baru dalam sejarahnya.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260320_bambang-hartono-meninggal.jpg)