Aplikasi
Jangan Jadi Korban! Kenali 5 Modus Penipuan Canggih di WhatsApp dan Langkah Tepat Mengatasinya
Peran penting WhatApp dalam kehidupan sehari-hari tak jarang disalahgunakan, memicu gelombang penipuan yang semakin meresahkan.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Yara Tahnia
TRIBUNKALTIM.CO - Meskipun WhatsApp telah menjadi aplikasi andalan yang digunakan oleh jutaan orang setiap hari untuk berkomunikasi, popularitasnya juga membuatnya menjadi target empuk bagi para pelaku kejahatan digital.
Peran pentingnya dalam kehidupan sehari-hari tak jarang disalahgunakan, memicu gelombang penipuan yang semakin meresahkan.
Saat ini, modus penipuan melalui WhatsApp tidak lagi mudah dikenali.
Para penipu telah meningkatkan taktik mereka menjadi lebih rapi, canggih, dan sulit dibedakan dari percakapan atau pesan biasa.
Mereka beroperasi dengan berbagai cara yang cerdik, mulai dari menawarkan hadiah palsu yang menggiurkan, mengirimkan pesan verifikasi bodong yang mendesak, hingga menyamar sebagai teman atau keluarga yang sedang dalam kesulitan.
Baca juga: Cara Gunakan Guest Chat Fitur Baru WhatsApp, Siap-siap Bisa Chat Tanpa Akun WA!
Tujuannya hanya satu untuk mengelabui dan merugikan korban.
Praktik-praktik licik ini telah banyak menelan korban dari berbagai kalangan, terutama mereka yang lengah dan kurang waspada.
Untuk mencegah Anda dan orang-orang terdekat menjadi korban berikutnya, berikut ini beberapa ciri-ciri umum yang sering digunakan para penjahat siber dalam melancarkan aksinya, dikutip dari Kompas.com.
Ciri-ciri penipuan di WhatsApp
1. Penipuan donasi atau amal palsu
Biasanya, pelaku penipuan meminta sumbangan untuk bencana atau bantuan kemanusiaan melalui pesan pribadi.
Namun, rekening tujuan ternyata milik pribadi dan bukan lembaga resmi.

Pengguna WhatsApp yang tersentuh secara emosional bisa saja mentransfer sejumlah uang tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut.
Jika Anda memang berniat untuk donasi, maka berikan sumbang hanya melalui organisasi yang sudah terpercaya dan jangan lupa untuk mencari tahu latar belakang dari pihak yang menggalang dana.
2. Penipuan grup WhatsApp mengatasnamakan Shopee
Dalam hal ini, penipu membuat grup WhatsApp palsu dengan mencatut nama Shopee dan mengundang penguna secara acak.
Mereka berpura-pura sebagai admin Shopee dan menawarkan pekerjaan palsu dengan iming-iming hadiah dan komisi.
Korban lalu diminta mengisi formulir data pribadi dan mengirim screenshot tugas yang diberikan.
3. Penipuan kode verifikasi akun
Hati-hati terhadap hal ini, sebab penipu akan mencoba mengambil alih akun WhatsApp Anda dengan meminta kode verifikasi 6 digit.
Mereka dapat dengan mudah menyamar sebagai teman atau pihak resmi WhatsApp.
Baca juga: WhatsApp Luncurkan Fitur Username, Jaga Privasi dengan Mulai Chat Tanpa Nomor Telepon
Karena itu, jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun.
4. Penipuan tagihan BPJS Kesehatan palsu
Modus serupa juga digunakan dengan mencatut nama BPJS Kesehatan.
Korban dikirimi pesan tagihan palsu disertai link yang seolah resmi.
Padahal, tautan tersebut bisa saja berisi file APK bervirus yang jika diinstal dapat mencuri kredensial akun dan memungkinkan pelaku membobol rekening bank korban.
5. Penipuan link undangan pernikahan palsu
Penipuan yang satu ini sempat populer di media sosial karena terkesan "unik tapi jahat". Pasalnya, undangan pernikahan merupakan sesuatu yang seharusnya bermakna bagi mempelai maupun yang menerima.
Cara kerjanya, pelaku menyebar link undangan pernikahan melalui WA yang sebenarnya berisi file APK berbahaya.
Baca juga: Begini Cara Bagikan Instagram Story ke Status WhatsApp, Gampang Banget!
Jika diinstal, aplikasi ini bisa mengakses data penting di ponsel, termasuk SMS dan kode OTP dari bank.
Bagaimana cara mengatasi pesan-pesan penipuan di WhatsApp?
1. Jangan klik link atau tautan sembarangan
Tautan (link) yang dikirim lewat pesan WhatsApp bisa mengandung malware atau aplikasi berbahaya.
Banyak modus penipuan menggunakan tautan palsu yang menyerupai situs resmi.
Jika Anda mengklik dan mengunduh file dari link tersebut, data pribadi seperti kontak, SMS bahkan kode OTP bisa diakses oleh pelaku.
Selalu waspada dan pastikan tautan berasal dari sumber terpercaya sebelum membukanya.
2. Jangan bagikan kode OTP
Kode OTP (One Time Password) adalah kunci untuk mengakses akun Anda, termasuk WhatsApp.
Penipu sering berpura-pura menjadi teman atau pihak resmi untuk meminta kode ini.
Begitu Anda memberikannya, akun dapat diambil alih dan digunakan untuk menipu orang lain.
Ingat, WhatsApp dan lembaga resmi tidak pernah meminta kode OTP lewat chat.
3. Segera blokir dan laporkan pengirim mencurigakan
Jika menerima pesan mencurigakan, gunakan fitur “Blokir” dan “Laporkan” langsung dari aplikasi WhatsApp.
Ini membantu WhatsApp mendeteksi dan menindak akun penyebar spam atau penipuan.
Dengan melaporkan, Anda ikut mencegah orang lain menjadi korban. Jangan ragu untuk mengambil tindakan jika merasa tidak nyaman dengan isi pesan.
4. Aktifkan verifikasi dua langkah
Fitur verifikasi dua langkah memberikan lapisan keamanan tambahan dengan PIN 6 digit yang hanya Anda ketahui.
Jika ada yang mencoba mengakses akun WhatsApp Anda, mereka akan diminta memasukkan PIN tersebut.
Baca juga: WA Lemot dan Pesan Terbuka Sendiri? Bisa Jadi Tanda WhatsApp Disadap, Kenali Ciri-cirinya
Ini amat membantu dalam mencegah pengambilalihan akun meskipun pelaku tahu kode OTP Anda.
Aktifkan fitur ini melalui menu Pengaturan > Akun > Verifikasi dua langkah.
5. Cek kebenaran informasi
Penipuan sering memanfaatkan pesan emosional atau kabar mengejutkan, seperti undian berhadiah atau donasi bencana.
Jangan mudah percaya sebelum mengecek langsung ke situs resmi atau akun media sosial lembaga terkait.
Informasi palsu seringkali disebarkan masif untuk menjaring lebih banyak korban. Biasakan mencari tahu lebih dulu sebelum bertindak.
6. Hati-hati dengan grup tak dikenal
Penipu bisa menambahkan Anda ke grup WhatsApp tanpa izin dan menyamar sebagai perwakilan dari perusahaan atau lembaga.
Mereka kemudian menyebarkan informasi palsu atau menawarkan pekerjaan dan hadiah palsu.
Jika grup terasa mencurigakan, segera keluar dan laporkan admin grupnya.
Baca juga: Akun WA Disadap Lewat WhatsApp Web? Ini Tanda dan Cara Mengetahui hingga Logout Perangkat Asing
Jangan pernah mengisi data pribadi dalam grup seperti ini.
Demikian informasi mengenai penipuan yang marak terjadi di platform WhatsApp.
Kenali ciri-ciri umumnya dan segera lakukan pencegahan.
Tetap waspada dalam beraktivitas menggunakan gawai Anda. Semoga informasi ini dapat membantu. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada, Ini 7 Penipuan WhatsApp yang Sering Muncul di Chat".
Penipuan melalui WhatsApp
Ciri-Ciri Pesan Spam di WhatsApp
penipuan
Evergreen
TribunKaltim.co
Begini Cara Bagikan Instagram Story ke Status WhatsApp, Gampang Banget! |
![]() |
---|
Pesan WhatsApp Tertunda? Ini Alasan dan 10 Cara Mengatasinya |
![]() |
---|
Bosan Nada Dering WhatsApp? Ganti Pakai Suara Google hingga Lagu Favorit Tanpa Aplikasi, Ini Caranya |
![]() |
---|
Cara Mengetahui WhatsApp Sudah Dibaca Meski Centang Biru Dimatikan, Simpel Tanpa Aplikasi |
![]() |
---|
WhatsApp Luncurkan Fitur Username, Jaga Privasi dengan Mulai Chat Tanpa Nomor Telepon |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.