Aplikasi
RAM Langka, AI Jadi Biang Kerok Harga HP dan Laptop Melonjak 2026
Harga RAM melonjak tajam di berbagai negara, termasuk Indonesia, bahkan kenaikannya mencapai ratusan persen untuk beberapa varian.
Ringkasan Berita:
- Harga RAM global melonjak sejak pertengahan 2025 akibat kelangkaan pasokan yang dipicu kebutuhan masif industri AI, berdampak hingga Indonesia
- Produsen memori memprioritaskan server dan pusat data AI, membuat stok RAM konsumen menipis dan harga PC, laptop, serta SSD ikut naik
- Dampaknya merembet ke smartphone dan laptop 2026, dengan kenaikan harga dan penurunan spesifikasi sebagai konsekuensi jangka panjang.
TRIBUNKALTIM.CO - Komponen bernama Random Access Memory atau RAM, yang selama ini kerap dianggap sekadar pelengkap perangkat elektronik, kini berubah menjadi komoditas mahal di pasar global.
Sejak pertengahan 2025, harga RAM melonjak tajam di berbagai negara, termasuk Indonesia, bahkan kenaikannya mencapai ratusan persen untuk beberapa varian.
Kondisi ini bukan hanya menyulitkan perakit PC, tetapi juga memicu kekhawatiran baru: harga ponsel pintar dan laptop diprediksi akan ikut terkerek naik pada 2026.
Fenomena ini bukan sekadar fluktuasi musiman.
Baca juga: 5 Prompt Gemini AI Edit Foto Tema Natal 2025 dan Cara agar Lebih Mirip Wajah Asli
Lonjakan harga RAM terjadi secara struktural, dipicu oleh pergeseran besar industri teknologi global yang kini berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dampaknya merembet dari pabrik chip hingga ke etalase toko elektronik.
RAM, Komponen Penting yang Kini Jadi Barang Langka
RAM adalah memori utama yang berfungsi menyimpan data sementara agar prosesor bisa mengaksesnya dengan cepat.
Semakin besar kapasitas RAM, semakin lancar sebuah perangkat menjalankan aplikasi berat, multitasking, hingga fitur berbasis AI.
Karena perannya krusial, RAM digunakan di hampir semua perangkat digital, mulai dari PC, laptop, smartphone, hingga server pusat data.
Namun sejak Juni 2025, harga RAM dunia mulai bergerak naik secara konsisten. Data pemantau harga komponen PC menunjukkan lonjakan signifikan hingga Oktober 2025.
Kenaikan ini terjadi pada hampir semua jenis RAM, baik DDR4 yang masih banyak digunakan, maupun DDR5 yang menjadi standar baru.
Sebagai gambaran, RAM DDR5 32 GB yang sebelumnya bisa dibeli di bawah 100 dolar AS kini harganya menembus 200 dolar AS. RAM DDR4 32 GB pun mengalami kenaikan hampir dua kali lipat.
Situasi ini membuat banyak konsumen menunda upgrade atau bahkan membatalkan rencana merakit PC.
Keluhan pengguna pun membanjiri forum teknologi global.
Ada yang mengaku menabung berbulan-bulan untuk membeli RAM kelas atas, namun harga tiba-tiba melonjak hampir 100 persen dalam waktu singkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251216_penampakan-HP.jpg)