Berkaca dari Tindakan Ilegal Sadap WhatsApp, TikTok Justru Ogah Ikut-ikutan Gunakan E2EE
Tindakan ilegal berupa sadap WhatsApp, nyatanya tidak membuat TikTok mengambil langkah yang sama untuk memperkuat proteksi
TikTok menerapkan protokol enkripsi standar yang serupa dengan layanan surat elektronik Google (Gmail).
Data obrolan pengguna tetap dilindungi secara berlapis melalui dua kondisi utama, pesan dienkripsi secara aman saat proses pengiriman dari pengirim menuju penerima dan pesan dienkripsi secara aman saat disimpan di dalam server internal perusahaan.
Pihak TikTok mengeklaim bahwa akses untuk mengintip isi DM pengguna sangat dibatasi secara ketat.
Otoritas peninjauan hanya diberikan kepada personel internal yang sah, terlatih, dan di bawah pengawasan ketat, yang hanya akan bertindak jika dipicu oleh laporan pengguna (user report), investigasi keamanan internal, atau adanya surat permintaan hukum yang sah dari pengadilan.
Baca juga: Cara Ganti Nada Dering WhatsApp Pakai Suara Google hingga Nama Sendiri, Mudah Tanpa Aplikasi
Pro-Kontra di Mata Analis dan Organisasi Perlindungan Anak
Kebijakan berani dari TikTok ini menuai reaksi beragam dari industri teknologi global.
Analis media sosial terkemuka, Matt Navarra, menilai langkah ini sebagai strategi yang berani dan kuat secara narasi moral.
Menurutnya, TikTok sukses memosisikan diri sebagai platform yang lebih mementingkan keselamatan proaktif anak-anak di atas privasi mutlak yang sering kali disalahgunakan oleh pelaku kriminal.
Baca juga: Cara Ganti Nada Dering WhatsApp Pakai Suara Google hingga Nama Sendiri, Mudah Tanpa Aplikasi
Sikap setuju juga disuarakan oleh sejumlah organisasi perlindungan anak internasional.
Mereka menilai enkripsi total pada aplikasi pesan justru sering kali menjadi benteng persembunyian yang aman bagi para pelaku eksploitasi anak dan penyebar konten ilegal karena aktivitas mereka mustahil diendus oleh sistem moderasi platform maupun polisi.
Namun di sisi lain, pakar keamanan siber menilai keputusan ini membuat TikTok tampak berjalan mundur dan tidak sejalan dengan standar privasi global yang saat ini tengah mengagungkan perlindungan data konsumen dari pihak ketiga.
Keputusan untuk tetap membuka celah akses server DM ini sempat memicu kekhawatiran baru, mengingat rekam jejak TikTok yang kerap dicurigai memiliki kedekatan dengan Pemerintah China melalui induk perusahaannya, ByteDance.
Baca juga: Cara Ganti Nada Dering WhatsApp Pakai Suara Google hingga Nama Sendiri, Mudah Tanpa Aplikasi
Namun, manajemen TikTok kini bisa bernapas lega. Khusus untuk operasional di wilayah hukum Amerika Serikat, bisnis TikTok telah resmi dialihkan dan dioperasikan di bawah entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC.
Pembentukan perusahaan patungan yang saham mayoritasnya dipegang oleh investor AS ini merupakan pemenuhan langsung dari Perintah Eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump pada September 2025 lewat kesepakatan divestasi.
Dengan struktur baru ini, entitas tersebut menjamin kontrol penuh atas keamanan algoritma, moderasi konten lokal, serta penempatan data pengguna AS yang terisolasi dari yurisdiksi luar negeri. (*)
| 3 Cara Ampuh Menghentikan Sadap WhatsApp, Akses Peretas Langsung Terputus |
|
|---|
| Sadap WhatsApp Masih Kerap Terjadi, Kenali Ciri-cirinya dan Ini 4 Cara Menghindari Penyadapan WA |
|
|---|
| 28 Aplikasi Bisa Membuat WhatsApp Tersadap Hingga Menguras Isi Rekening, Kenali 6 Ciri-cirinya |
|
|---|
| Perbandingan Fitur WhatsApp Berbayar vs Gratis, Harga Langganan Mulai Rp 14 Ribu Hingga Rp 50 Ribu |
|
|---|
| WhatsApp Tidak Bisa Kirim Foto dan Stiker, Ini Cara Mengatasinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251012_tiktok-ngelag.jpg)