TOPIK
Milisi Abu Sayyaf
-
Pemerintah Filipina telah optimis, dari segi jumlah mereka mampu memenangkan pertempuran.
-
Lalu mereka dipertemukan di salah satu cafe yang berada di ibu kota negara itu.
-
Sementara itu 12 prajurit lainnya dikebumikan di sebuah makam pribadi.
-
Abdul Muis menjelaskan, dirinya dan keluarga ABK lainnya masih terus menaruh harapan yang besar terhadap pemerintah.
-
Duterte sangat mengutuk keras keberadaan Abu Sayyaf dengan memerintahkan pasukan militer untuk menghancurkan kelompok bandit.
-
Ia juga menambahkan, kematian para prajurit merupakan bagian tak terpisahkan dari pekerjaan mereka sebagai tentara.
-
Namun hingga saat ini, belum diketahui kapan dua ABK tersebut akan kembali ke daerah asalnya.
-
Terbukti dalam pertempuran sengit yang terus gencar dilakukan sejauh ini telah menewaskan 21 militan Abu Sayyaf di Sulu.
-
Angka terakhir mencatatkan hanya terdapat 17 orang tentara yang terluka saat pertempuran sebelumnya.
-
Juru bicara kelompok Abu Sayyaf, Abu Rami membantah pernyataan mengenai seorang komandan tertinggi dari kelompok Abu Sayyaf ikut tewas.
-
Namun sepertinya lidah Duterte latah dan tidak sengaja membeberkan perihal tersebut saat konferensi pers di Kota Davao.
-
"Yang jelas kami selalu pantau mereka, dan jangan segan untuk datang ke kami melapor apa yang dibutuhkan," tutupnya.
-
Sedangkan dua ABK lainnya, telah bebas dan hingga saat ini masih berada di Filipina, yakni Ismail dan M Sofyan.
-
Pihak kedutaan Besar RI di Filipina tengah melakukan briefing terhadap keduanya.
-
TNI rencananya akan menepatkan beberapa unit helikopter tempur untuk mengamankan wilayah dan warga negaranya.
-
Merasa geram, Duterte memerintahkan seluruh pasukan tentara dan polisi setempat untuk menghancurkan kelompok ekstremis tersebut.
-
Seluruh pasukan militer Filipina telah dikerahkan bertempur semaksimal mungkin untuk menghentikan eksistensi Kelompok yang dilarang ini.
-
Pasalnya dalam beberapa minggu lalu, kabar mengenai bebasnya dua ABK disambut suka cita oleh keluarga.
-
Hingga kini, Elona belum mendapat kabar terbaru dari tim Crisis Center. Namun, Elona cukup lega saat mengetahui suaminya masih sehat selama ditawan
-
Saya dengarnya begitu. Ismail dan Sofyan sengaja dibebaskan karena kelompok milisi Abu Sayyaf menghargai HUT ke-71 RI," kata Mega, Sabtu (20/8/2016)
-
Posko yang juga merupakan kediaman salah satu ABK yang masih disandera, M Robin, terus didatangi kerabat dan tetangga.
-
Menurut Retno, Duta Besar RI untuk Filipina di Manila sejak kemarin sudah berada di kota Zamboanga untuk bertemu dan memastikan kondisi dua WNI
-
Kabar awal yang ramai diberitakan, M Sofyan dan Ismail kabur karena memanfaatkan kelengahan dari penyandera, karena mereka hendak akan diekskusi.
-
Diketahui, sebelumnya dua dari tujun ABK TB Charles yang disandera Abu Sayyaf berhasil meloloskan diri.
-
Tingkat ancaman keselamatan terhadap para WNI yang masih disandera, menurut Wiranto, sama saja.
-
"Saya tidak bisa larang dia berlayar. Terserah saja, pasti dia bisa mengambil keputusan dengan bijak jika ditugaskan kembali ke Filipina," kata Mega.
-
Pihaknya masih melakukan konfirmasi ke pihak berwenang mengenai kebenaran kabar tersebut.
-
Hashim mengatakan, pembayaran uang tebusan tersebut dilakukan sebagai bentuk pertukaran untuk kebebasan dua orang dari tujuh sandera WNI.
-
Kabar terakhir yang dia peroleh dari tim krisis centre, suaminya tidak ikut kabur dan masih menjadi tawanan Abu Sayyaf.
-
Hari ini (18/8/2016), pihak perusahaan telah memberitahukan kepada pihak keluarga mengenai dua ABK yang berhasil selamat.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved