TOPIK
Polemik Transportasi Online
-
Aksi spontan ini terjadi akibat respon pernyataan salah satu anggota dewan dari komisi IV yang memberikan pernyataan
-
Awalnya ia memesan Gojek dari tempatnya menginap di Hotel Menara Bahtera menuju Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) di Jalan Jenderal Sudirman
-
Menanggapi polemik yang kian riuh, Walikota Balikpapan Rizal Effendi memaparkan hasil pertemuannya dengan Pemerintah Provinsi
-
Menarik melihat dan membaca keresahan mereka melalui tulisan yang ada di karton putih yang mereka bawa. Begini isinya :
-
Para ibu tersebut rela meninggalkan aktivitas keseharian mereka, lalu bergerak bersama menyuarakan aspirasinya di halaman gedung DPRD Balikpapan.
-
Gerakan mereka menamakan Aksi Perempuan Mendukung Penuh akan Keberadaan Transportasi Online di Kota Balikpapan.
-
Warga Sepinggan Pratama tersebut jadi salah satu perempuan yang ikut menyuarakan keresahannya di hadapan wakil rakyat kota Balikpapan.
-
Mereka tidak sepakat dengan keputusan Pemerintah, lantaran menganggap sama sekali tidak mendengar apa keinginan masyarakat.
-
Gerakan mereka menamakan Aksi Perempuan Mendukung Penuh akan Keberadaan Transportasi Online di Kota Balikpapan.
-
Kita, akan buat aturannya. Oleh karenanya, online ini jangan jumawa, tetapi yang existing juga sabar.
-
Kebijakan pemerintah kota Balikpapan yang menyatakan menutup operasional transportasi online di Balikpapan menyulut berbagai reaksi
-
Keputusan diambil tanpa mempertimbangkan suara masyarakat yang terbantu hidupnya dengan kehadiran jasa transportasi berbasis aplikasi online.
-
Balikpapan sudah ditutup, tak operasional. Kalau Dishub Provinsi minta waktu dua minggu, kemarin-kemarin juga begitu
-
Siap termasuk mengurus segala tahapan perizinan selanjutnya yang akan ditetapkan pemerintah.
-
Pihaknya pun mengakui sudah mengirimkan surat ke tiga penyedia jasa, G0-Car- Grab dan Uber untuk menstop sementara
-
Sebagai bentuk protes, Willy Kevinda Aditya MC menuliskan hal menohok seputar transportasi umum hingga berujung tantangan.
-
Saat Pemerintah Kota bersikukuh menutup dan polisi bahkan siap melakukan sweeping, dukungan terhadap transportasi online terus mengalir.
-
Mereka tidak ada izin demo. Mereka mengumpulkan sendiri, makanya kita bisa langsung bubarkan. Mereka bilang ini pertemuan internal
-
Pasang surut order penumpang tiap harinya, belum lagi kesabaran menghadapi penumpang dengan segala macam karakter.
-
"Banyak anak sekolah yang pakai Gojek. Anak-anak muda kan sekarang memang sudah terbiasa pakai teknologi," tuturnya.
-
Bahkan ia mengatakan bagi driver online yang kedapatan polisi masih menarik penumpang, pihaknya tak segan untuk menilang mereka.
-
Pas aksi (penolakan transportasi online) kemarin omzet cuma Rp 1,6 juta, biasanya Rp 2 juta. Banyak yang batalin pesanan
-
Banyak masyarakat yang berpendapat senang dengan kehadiran GoJek. Saya juga terbantu dapat penghasilan tambahan
-
Massa yang telah berkumpul kemudian melakukan unjuk rasa atas penutupan usaha transportasi daring di Polres Balikpapan dan Pemerintah Kota Balikpapan.
-
Kemarin, Rabu (11/10/2017), Pemerintah Kota Balikpapan mengeluarkan tiga keputusan terkait transportasi online.
-
Saking banyaknya warga yang terbantu dengan kehadiran transportasi berbasis aplikasi ini, warganet membuat petisi dukungan di laman Change.org.
-
Warga Balikpapan merasa kehadiran transportasi online memberikan manfaat yang benar-benar bisa dirasakan secara positif.
-
Banyak masyarakat yang berpendapat senang dengan kehadiran GoJek. Saya juga terbantu dapat penghasilan tambahan
-
Desakan sopir angkot dan taksi argo di Balikpapan yang berhasil membuat kesepakatan perihal menutup operasional transportasi online
-
Pengendara Gojek di Balikpapan rupanya was-was dengan aksi demo yang digelar gabungan pengemudi angkot dan taksi konvensional di kantor Walikota