Rabu, 20 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Update Teras Samarinda Tahap 2, Dishub Usul Gedung Pasar Pagi Jadi Kantong Parkir, Aktif 24 Jam

Tengok update proyek pembangunan Teras Samarinda tahap 2. Dishub Kota Samarinda mengusulkan gedung Pasar Pagi jadi kantong parkir, aktif 24 jam.

Tayang:
Penulis: Kun | Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
KANTONG PARKIR - Arsip foto bangunan baru Pasar Pagi Samarinda dari sisi Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (16/7/2025). Tengok update proyek pembangunan Teras Samarinda tahap 2. Dishub Kota Samarinda mengusulkan gedung Pasar Pagi jadi kantong parkir, aktif 24 jam. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tengok update proyek pembangunan Teras Samarinda tahap 2.

Teras Samarinda adalah proyek revitalisasi kawasan tepi Sungai Mahakam yang ditata menjadi ruang publik modern dan inklusif.

Terletak di Jalan Gajah Mada, persis di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, teras ini dibangun untuk menjawab kebutuhan ruang sosial dan rekreasi warga Samarinda.

Baru-baru ini, Dishub Kota Samarinda mengusulkan gedung Pasar Pagi jadi kantong parkir bagi pengunjung Teras Samarinda yang aktif selama 24 jam.

Untuk diketahui, rencana pembangunan Teras Samarinda tahap II kini memasuki tahap pembahasan desain.

Sebagai informasi, segmen pertama Teras Samarinda resmi dibuka pada malam 9 September 2024 oleh Wali Kota Andi Harun. Area pembukaannya mencakup sekitar 8.500 m⊃2; dengan sejumlah fasilitas seperti pedestrian, amphitheater, area UMKM, plaza, dan taman yang dirancang modern.

Salah satu usulan strategis datang dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda yang menekankan pentingnya integrasi transportasi publik, penataan parkir, serta penguatan konsep pedestrian sebagai wajah baru kota tepi Sungai Mahakam.

Baca juga: Peluncuran Magister Hukum Untag 45 Samarinda demi Cetak Penegak Hukum yang Berkeadilan

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyampaikan bahwa lokasi Teras Samarinda tahap II berada di kawasan Dermaga Mahakam Ilir atau Pasar Pagi.

Berdasarkan studi kelayakan, kawasan ini berpotensi menjadi titik pemberangkatan utama berbagai trayek angkutan umum massal.

“Dari studi kelayakan angkutan umum massal itu semua daerah asal pemberangkatan kan berawal dari dermaga Pasar Pagi tersebut. Jadi kita buat ada dua halte, trayek 1A 1B dan trayek 2A 2B. Yang di sisi kiri (menghadap jalan raya) yang desain awal dijadikan tempat parkir mobil itu dijadikan halte dijadikan trayek 1A 1B dan di sisi kanan dirancang untuk halte trayek 2A 2B,” ungkap Manalu.

Untuk mengatur mobilitas kendaraan, Dishub mengusulkan agar semua parkir diarahkan ke gedung Pasar Pagi

Sehingga pihaknya mengusulkan agar Teras Samarinda tahap II didesain tanpa memiliki lahan parkir.

Hal ini sekaligus untuk mengurangi praktik parkir sembarangan di tepi jalan.

“Kemudian kita usulkan juga ke Pak Wali agar median jalan dikasih pagar supaya nanti semua masyarakat yang akan berkunjung ke situ parkir di gedung parkir Pasar Pagi. Kemudian kami memperlebar zebra cross-nya sekitar 5 meter agar pengunjung bisa menyeberang ke Teras Samarinda tahap II. Kenapa kita kasih pagar karena memang harus dipasang agar masyarakat tidak parkir sesuka hati mereka,” jelasnya.

Manalu menambahkan, gedung parkir Pasar Pagi yang saat ini masih dalam proses penyelesaian pembangunan memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan lebih maksimal. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved