Berita Balikpapan Terkini
Protes Kenaikan PBB hingga Upah Pendidik, PMII dan Guru di Balikpapan Kibarkan Bendera 'One Piece'
Aksi ini membawa sejumlah isu persoalan yang dihadapi belakangan ini, seperti halnya kenaikan PBB hingga pendapatan anggota DPR
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Balikpapan, Kalimantan Timur bersama sejumlah tenaga pendidik atau guru menggelar aksi unjuk rasa di simpang tiga Plaza Balikpapan, Kamis (21/8/2025).
Aksi ini membawa sejumlah isu persoalan yang dihadapi belakangan ini, seperti halnya kenaikan PBB hingga pendapatan anggota DPR.
Pengamatan TribunKaltim.co, massa aksi mengenakan pakaian dominan hitam, sebagian membawa spanduk berukuran besar bertuliskan "Negara Kuat, Rakyat Melarat".
Spanduk tersebut dibentangkan di tengah jalan, menjadi pusat perhatian para pengendara yang melintas.
Di sekeliling lokasi, sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga di pos pengamanan.
Baca juga: Kenaikan PBB Menyesuaikan NJOP, Wawali Balikpapan : Tak Bermaksud Bebani Masyarakat
Di sisi lain, beberapa peserta aksi tampil dengan atribut khas, seperti bendera PMII berwarna kuning-hitam yang dikibarkan di tengah jalan.
Salah satu peserta bahkan tampil tanpa mengenakan atasan, dan memakai ikat kepala berwarna merah.
Aksi ini berlangsung di saat suasana jalanan yang masih ramai, meskipun arus lalu lintas sempat tersendat.
Tidak hanya itu, di bagian atas jembatan penyeberangan Plaza Balikpapan, terpasang sebuah kain hitam dengan simbol tengkorak yang dikenal dengan simbol dari anime One Piece, serta dibubuhi tulisan “Pejabat Sejahtera, Rakyat Sengsara”.
Ketua PMII Balikpapan, Hijir Ismail, menegaskan bahwa makna kemerdekaan harus dirasakan seluruh rakyat, bukan hanya kalangan pejabat.
"Kami menginginkan bahwa 80 tahun Indonesia merdeka tidak hanya sebuah seremonial belaka yang menghabiskan anggaran, tetapi menjadi sebuah harapan dan cita-cita kemerdekaan," ujarnya.
Hijir menyoroti pentingnya alokasi anggaran yang tepat sasaran pada momentum kemerdekaan.
Ia menekankan agar pemerintah tidak sekadar menghabiskan dana untuk upacara, tetapi menggunakannya demi kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah harus menyadari bahwa masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan, seperti isu air bersih di Balikpapan yang hingga kini belum tuntas.
"Hari ini Pemerintah Kota Balikpapan tidak begitu masif melakukan gerakan ke bawah," sesal Hijir.
| Detik-Detik Polda Kaltim Bongkar Pabrik Sabu Rumahan Jaringan Malaysia di Balikpapan |
|
|---|
| PT Pegadaian Raih CCSEA 2026, Layanan Contact Center Dinilai Humanis dan Responsif |
|
|---|
| BI Balikpapan Catat Pertumbuhan QRIS Positif, Merchant Baru Capai 25 Ribu |
|
|---|
| Polda Kaltim Bongkar Pabrik Sabu Rumahan di Balikpapan, Diduga Terkait Jaringan Malaysia |
|
|---|
| Plaza Balikpapan Hadirkan “Light Up May”, Ada Festival Keluarga hingga Hadiah Redmi Watch 5 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250821-PMII-Balikpapan.jpg)