Minggu, 10 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Protes Kenaikan PBB hingga Upah Pendidik, PMII dan Guru di Balikpapan Kibarkan Bendera 'One Piece'

Aksi ini membawa sejumlah isu persoalan yang dihadapi belakangan ini, seperti halnya kenaikan PBB hingga pendapatan anggota DPR

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
PROTES KENAIKAN PBB – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PMII Balikpapan membentangkan spanduk bertuliskan “Negara Kuat, Rakyat Melarat” di Simpang Tiga Plaza Balikpapan, Kamis (21/8/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk kritik terhadap ketimpangan sosial dan kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat, mulai dari pajak hingga upah guru. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH) 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Balikpapan, Kalimantan Timur bersama sejumlah tenaga pendidik atau guru menggelar aksi unjuk rasa di simpang tiga Plaza Balikpapan, Kamis (21/8/2025). 

Aksi ini membawa sejumlah isu persoalan yang dihadapi belakangan ini, seperti halnya kenaikan PBB hingga pendapatan anggota DPR. 

Pengamatan TribunKaltim.co, massa aksi mengenakan pakaian dominan hitam, sebagian membawa spanduk berukuran besar bertuliskan "Negara Kuat, Rakyat Melarat".

Spanduk tersebut dibentangkan di tengah jalan, menjadi pusat perhatian para pengendara yang melintas.

Di sekeliling lokasi, sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga di pos pengamanan.

Baca juga: Kenaikan PBB Menyesuaikan NJOP, Wawali Balikpapan : Tak Bermaksud Bebani Masyarakat

Di sisi lain, beberapa peserta aksi tampil dengan atribut khas, seperti bendera PMII berwarna kuning-hitam yang dikibarkan di tengah jalan.

Salah satu peserta bahkan tampil tanpa mengenakan atasan, dan memakai ikat kepala berwarna merah. 

Aksi ini berlangsung di saat suasana jalanan yang masih ramai, meskipun arus lalu lintas sempat tersendat.

Tidak hanya itu, di bagian atas jembatan penyeberangan Plaza Balikpapan, terpasang sebuah kain hitam dengan simbol tengkorak yang dikenal dengan simbol dari anime One Piece, serta dibubuhi tulisan “Pejabat Sejahtera, Rakyat Sengsara”.

Ketua PMII Balikpapan, Hijir Ismail, menegaskan bahwa makna kemerdekaan harus dirasakan seluruh rakyat, bukan hanya kalangan pejabat.

"Kami menginginkan bahwa 80 tahun Indonesia merdeka tidak hanya sebuah seremonial belaka yang menghabiskan anggaran, tetapi menjadi sebuah harapan dan cita-cita kemerdekaan," ujarnya.

Hijir menyoroti pentingnya alokasi anggaran yang tepat sasaran pada momentum kemerdekaan.

Ia menekankan agar pemerintah tidak sekadar menghabiskan dana untuk upacara, tetapi menggunakannya demi kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah harus menyadari bahwa masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan, seperti isu air bersih di Balikpapan yang hingga kini belum tuntas.

"Hari ini Pemerintah Kota Balikpapan tidak begitu masif melakukan gerakan ke bawah," sesal Hijir.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved