Berita Samarinda Terkini
4 Ekor Kuda Rumah Ulin Arya Curi Perhatian saat Pawai Pembangunan di Samarinda
Rumah Ulin Arya membawa serta 4 ekor kuda dalam pawai pembangunan yang digelar di Kota Samarinda
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dalam Pawai Pembangunan yang digelar di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tepatnya di area gor Segiri hingga pusatnya di depan Taman Samarenda, ada yang mencuri perhatian ribuan mata pengunjung.
Rumah Ulin Arya membawa serta 4 ekor kuda dalam pawai tersebut, menjadi daya tarik warga. Sabtu (23/8/2025)
Hewan kuda di Kalimantan Timur memang termasuk jarang terlihat. Dalam pawai tersebut, para peserta dari Rumah Ulin Arya menunggangi kuda-kuda tersebut lengkap menggunakan pakaian seperti zaman penjajahan.
Baca juga: Kota Samarinda Berpotensi Hujan Ringan, Ini Prakiraan Cuaca Besok 24 Agustus 2025
Semarak masyarakat yang menonton kuda melintas di aspal Taman Samarenda menjadi pusat perhatian. Banyak di antara masyarakat yang bergantian mengangkat HP pintarnya untuk mengabadikan momen bersejarah ini.
Kepangan rapi rambut kuda yang diikat dengan pita merah putih membuat kuda-kuda ini semakin menarik perhatian.
Penanggung jawab satwa Rumah Ulin Arya, Taufik Ilham, menjelaskan bahwa tidak hanya 4 ekor kuda saja yang dibawa, namun terdapat satwa lainnya yang turut serta dalam pawai di tahun ini.
"Untuk hari ini kami dari rumah Ulin bawa 4 kuda. 4 kuda totalnya dengan 2 satwa lain yaitu 2 burung makau, 2 raja hitam dan burung enggang," ujar Taufik Ilham.
Dari 4 kuda yang dibawa terdiri dari kuda jantan 2 ekor dan kuda betina 2 ekor. Setiap kuda memiliki karakteristik dan asal-usul yang unik.
Kuda pertama bernama Sander, seekor kuda jantan yang merupakan hasil persilangan import dengan lokal. Kemudian ada Anjani, seekor kuda betina berwarna putih yang merupakan kuda Sandel asli Sumba, kuda lokal Indonesia.
Kuda ketiga adalah Haizum, kuda jantan berwarna putih yang juga merupakan hasil persilangan import dengan lokal. Yang terakhir adalah Cleo, kuda betina berukuran paling besar yang merupakan hasil persilangan dengan tiga kali perkawinan silang, atau yang disebut generasi keempat.
Rumah Ulin Arya merupakan salah satu tempat wisata yang terkenal dengan koleksi hewan-hewannya. Destinasi wisata ini cukup populer di kalangan masyarakat Samarinda.
Namun, membawa hewan ke acara yang ramai tentunya bukan tanpa tantangan. Taufik Ilham menjelaskan berbagai kendala yang harus dihadapi.
"Tantangannya sendiri yaitu pertama pastinya keramaian dari sound system. Jadi pembiasaan terhadap kudanya juga harus dilakukan dari jauh-jauh hari," jelasnya.
Selain itu, faktor keamanan juga menjadi perhatian utama. Antusiasme masyarakat yang ingin menyentuh kuda-kuda tersebut perlu menjadi perhatian untuk menjaga keselamatan semua pihak. Pihak penyelenggara telah memasang barikade di samping kuda untuk mencegah masyarakat terlalu dekat dengan hewan tersebut.
Ketika ditanya tentang kondisi kuda-kuda selama festival, Taufik mengatakan semua berjalan lancar. Meskipun berada di tengah keramaian dan suara bising, kuda-kuda tersebut menunjukkan perilaku yang tenang dan terkendali.
| Pemkot Samarinda Uji Sistem WFH ASN, Dikembangkan Cepat dalam 2 Minggu |
|
|---|
| Tutup Celah Pelanggaran WFH, Walikota Samarinda Ajak Masyarakat Turut Awasi Disiplin ASN |
|
|---|
| Isi APBD Kaltim Dibongkar dalam Dialog Publik Bersama, Anggota DPRD: Uang Rakyat Kok Dirahasiakan |
|
|---|
| Irigasi Rusak Puluhan Tahun, Petani Betapus Samarinda Hanya Panen 4–5 Ton |
|
|---|
| WFH di Samarinda Hemat hingga Rp 70 Juta, Dishub: Pegawai Wajib tak Bawa Kendaraan BBM Setiap Jumat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250823_-Penampilan-4-kuda-dari-Rumah-Ulin-Arya-Samarinda.jpg)