Berita Samarinda Terkini
Pemkot Samarinda Uji Sistem WFH ASN, Dikembangkan Cepat dalam 2 Minggu
Pemkot Samarinda menguji sistem digital WFH ASN yang dikembangkan hanya dalam dua minggu, untuk memantau kepatuhan hingga efisiensi energi.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menguji sistem digital untuk mendukung kebijakan Work From Home (WFH) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya telah diterapkan.
Sistem digital tersebut dikembangkan secara cepat hanya dalam waktu dua minggu sebelum digunakan dalam uji coba perdana.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Suparmin, mengungkapkan bahwa proses pengembangan dilakukan secara intensif, dimulai dari tahap konseptual hingga implementasi teknis.
“Membangun sistem digital ini kurang lebih 2 minggu. Jadi 2 minggu itu, 1 minggu pertama itu konsep,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Minggu (18/4/2026).
Baca juga: Tutup Celah Pelanggaran WFH, Walikota Samarinda Ajak Masyarakat Turut Awasi Disiplin ASN
Pada tahap awal, tim lintas organisasi dibentuk untuk merancang alur kerja sistem WFH.
Rancangan tersebut kemudian dipresentasikan kepada Walikota Samarinda, Andi Harun, sebelum masuk ke tahap pengembangan teknis.
“Jadi kita sudah mulai coding dari hari Jumat minggu lalu sampai Jumat kemarin, kurang lebih 1 minggu. Hari Kamis lalu kita paparkan, hari Jumat kemarin jalan,” ungkapnya.
Hasil uji coba perdana menunjukkan sistem digital berjalan relatif lancar tanpa kendala teknis signifikan, meskipun masih terdapat sejumlah parameter yang perlu disempurnakan.
Baca juga: WFH ASN Samarinda Ubah Pola Kerja, Diskominfo Tekankan Adaptasi Digital dan Pengawasan Berlapis
“Alhamdulillah bugnya tidak ketemu. Cuma memang kita ada set parameter-parameter yang kemudian nanti akan kita evaluasi,” katanya.
Salah satu catatan awal adalah terkait validasi lokasi ASN, terutama bagi pegawai yang berada di luar radius tertentu.
Selain itu, akurasi perhitungan efisiensi masih sangat bergantung pada kualitas data dasar yang diinput pengguna.
“Karena harus ada data baseline. Jadi baseline itu sangat tergantung dengan kualitas inputan data,” ujarnya.
Untuk itu, evaluasi lanjutan dijadwalkan dilakukan guna memastikan validitas data yang digunakan dalam sistem.
Baca juga: WFH di Samarinda Hemat hingga Rp 70 Juta, Dishub: Pegawai Wajib tak Bawa Kendaraan BBM Setiap Jumat
“Baseline-nya itu dipakai motor atau pakai mobil, kemudian dia Pertamax atau Pertalite dan lain-lain. Kami cek dulu semua baseline-nya,” jelasnya.
Selain memantau aktivitas ASN, sistem ini juga diarahkan untuk mengukur tingkat kepatuhan terhadap kebijakan WFH yang diterapkan.
| Tutup Celah Pelanggaran WFH, Walikota Samarinda Ajak Masyarakat Turut Awasi Disiplin ASN |
|
|---|
| Isi APBD Kaltim Dibongkar dalam Dialog Publik Bersama, Anggota DPRD: Uang Rakyat Kok Dirahasiakan |
|
|---|
| Irigasi Rusak Puluhan Tahun, Petani Betapus Samarinda Hanya Panen 4–5 Ton |
|
|---|
| WFH di Samarinda Hemat hingga Rp 70 Juta, Dishub: Pegawai Wajib tak Bawa Kendaraan BBM Setiap Jumat |
|
|---|
| Tim Irjen Kemendagri ke Kaltim, Momentum Evaluasi Terhadap Kinerja Perangkat Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260419_Sekretaris-Diskominfo-Samarinda-Suparmin-memantau-uji-coba-sistem-monitoring-WFH.jpg)