Selasa, 16 Juni 2026

Berita Bontang Terkini

APBD Perubahan Bontang 2025 Disahkan, Insentif RT hingga Pegiat Agama Naik

Pemerintah Kota Bontang bersama DPRD resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 sebesar Rp3,1 triliun.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN
KENAIKAN INSENTIF - Walikota Bontang Neni Moerniaeni memberikan pernyataan resmi terkait kenaikan insentif bagi Ketua RT hingga pegiat agama, setelah Rapat Paripurna ke 18, dalam rangka pengambilan keputusan terhadap Raperda Kota Bontang tentang Perubahan APBD Tahun anggaran 2025, Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (25/8/2025). (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN). 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersama DPRD Bontang resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 sebesar Rp3,1 triliun pada Senin (25/8/2025) malam.

Salah satu poin penting dalam pengesahan tersebut adalah kenaikan insentif bagi Ketua RT, guru honorer, kader posyandu, hingga pegiat agama.

Kebijakan kenaikan insentif ini disebut sebagai jawaban atas harapan masyarakat sekaligus janji yang pernah disampaikan Walikota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Walikota Bontang Agus Haris.

“Alhamdulillah APBD Perubahan 2025 sudah ditetapkan. Seluruh janji kenaikan insentif mulai ditunaikan,” ujar Neni Moerniaeni.

Baca juga: Insentif Guru Swasta Naik Jadi Rp2 Juta, Pemkot Bontang Kaltim Komitmen Terhadap Pendidikan

Rincian Kenaikan Insentif

Ketua RT kini menerima Rp2 juta per bulan, naik dari Rp1,2 juta sebelumnya.

Sementara sekretaris dan bendahara RT juga memperoleh kenaikan dengan nominal berbeda.

Guru honorer mendapat insentif Rp2 juta per bulan, ditambah subsidi Rp500 ribu dari Pemprov Kaltim.

Kader posyandu mengalami kenaikan signifikan, dari Rp300 ribu menjadi Rp1 juta per bulan.

Baca juga: Insentif Guru Swasta di Bontang Naik Jadi Rp2 Juta, Pemkot Verifikasi TPK

Pegiat agama seperti marbot masjid, pendeta, hingga pastur juga mendapat peningkatan menjadi Rp2 juta.

Neni Moerniaeni menekankan bahwa kenaikan insentif bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga membawa konsekuensi tanggung jawab.

“Gaji naik, tapi tugas juga bertambah. Kami harap semua mitra pemerintah bisa menjalankan tugas dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya, insentif yang lebih besar harus diimbangi dengan kinerja lebih aktif dalam menggerakkan masyarakat, mendukung program pemerintah, dan menjaga kedisiplinan di lapangan.

Ia menilai kebijakan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat pelayanan hingga ke tingkat masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved