Berita Kaltim Terkini
7 Daerah dengan Populasi Perempuan Terbanyak di Kalimantan Timur
Setiap survei kependudukan selalu membedakan jenis kelamin sebagai salah satu variabel dasar.
TRIBUNKALTIM.CO - Setiap survei kependudukan selalu membedakan jenis kelamin sebagai salah satu variabel dasar.
Hal itu karena jumlah laki-laki dan perempuan dalam suatu wilayah sangat memengaruhi banyak aspek: perencanaan layanan publik (kesehatan, pendidikan, sosial), pembangunan infrastruktur, kebijakan kesejahteraan, dan juga persamaan gender.
Data persentase perempuan juga bisa mengindikasikan kondisi demografis—apakah rasio jenis kelamin seimbang, apakah migrasi atau faktor kesehatan memengaruhi jumlah penduduk perempuan, dan bagaimana pelayanan publik harus diatur agar inklusif.
Di tingkat provinsi, angka persentase perempuan memberikan bayangan kasar tentang proporsi warga dalam masyarakat yang berpotensi memiliki kebutuhan dan tantangan khusus—misalnya fasilitas kesehatan jender, layanan sosial wanita, produk kebutuhan perempuan, dan isu-isu ekonomi yang perempuan hadapi.
Baca juga: 5 Daerah dengan Penduduk Paling Banyak Tak Punya Jaminan Kesehatan di Kalimantan Timur
Bila sebagian besar penduduk adalah perempuan atau mendekati seimbang, maka kebijakan harus mencerminkan hal itu agar tidak timpang.
Populasi Perempuan di Kalimantan Timur Tahun 2024
Menurut data dari BPS Provinsi Kalimantan Timur, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024, proporsi penduduk perempuan di Kaltim secara keseluruhan adalah sebesar 48,60 persen.
Ini berarti bahwa hampir setengah dari penduduk provinsi adalah perempuan, sedikit rendah dibanding laki-laki yang sebesar 51,40 persen.
Berikut tujuh daerah dengan proporsi perempuan tertinggi
1. Kota Balikpapan (49,63 persen)
Di Balikpapan, persentase penduduk perempuan adalah yang tertinggi di antara kabupaten/kota di Kaltim, sekitar 49,63 persen.
Artinya hampir separuh penduduk kota ini adalah perempuan.
Sebagai kota besar dan pusat industri, Balikpapan menarik migrasi dari berbagai daerah, yang bisa memengaruhi komposisi jenis kelamin — mungkin tenaga kerja laki-laki pendatang lebih tinggi sebelum berpindah atau bekerja di luar, atau faktor lain seperti umur panjang perempuan.
Data ini penting untuk perencanaan layanan kesehatan reproduksi, pelayanan ibu dan anak, dan layanan komunitas perempuan.
2. Kota Samarinda (49,29 persen)
Samarinda juga mencatat persentase perempuan yang sangat tinggi, sekitar 49,29 persen, hampir menyamai Balikpapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250918_perempuan-terbanyak.jpg)