Berita Samarinda Terkini
Lempake Samarinda Jadi Kelurahan Digital Pertama di Kaltim, Warga Langsung Sambut Akses Internet
Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, diresmikan sebagai Kelurahan Digital pertama di Kaltim
Penulis: Nevrianto | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Upaya memperluas akses teknologi komunikasi hingga kawasan terpencil di Kalimantan Timur mulai terealisasi.
Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, diresmikan sebagai Kelurahan Digital pertama di Kaltim, sebuah program kolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).
Peluncuran yang dipusatkan di kawasan Bendungan Benanga ini bertujuan menjembatani kesenjangan akses internet dan menopang aktivitas perekonomian warga sehari-hari.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, mengapresiasi IOH atas inisiatif ini. Program Kelurahan Digital yang diluncurkan mencakup tiga fokus utama: Digitalisasi Keluarga, Pasar, dan Sekolah.
"Alhamdulillah, manfaat program digitalisasi ini langsung dirasakan masyarakat. Bapak ibu yang tadinya belum menikmati internet dengan baik, kini bisa posting secara live di TikTok, Facebook, atau Instagram saat memancing, bahkan hasil tangkapan ikannya bisa terjual ribuan hingga puluhan ribu," ujar Aji Syarif, Jumat (5/10/2025).
Baca juga: Mahakam Ulu Harus Mulai Terapkan Pemerintahan Digital Mulai 2026
Ia menambahkan, pelaku usaha kecil seperti penjual gorengan juga bisa memperluas pasar dengan mudah melalui media sosial. Aji Syarif menekankan agar fasilitas yang diberikan Indosat dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga.
Kemitraan Pemerintah dan Swasta
Aji Syarif menegaskan kesiapan Diskominfo untuk berkolaborasi. Ia menjelaskan, Diskominfo fokus pada layanan pemerintahan, sementara program digitalisasi Indosat mengangkat sektor ekonomi dan pendidikan, bahkan hingga ke tingkat keluarga.
"Kolaborasi dengan swasta seperti ini bisa saling melengkapi. Kehadiran layanan digital ini membuka ruang ekonomi baru sekaligus mempersempit kesenjangan akses internet antar wilayah," jelasnya, mewakili Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Meskipun menyambut baik inisiatif ini, Aji Syarif mengakui bahwa masih ada beberapa titik blank spot (tanpa sinyal) di kawasan terluar Samarinda. Kehadiran Indosat dianggap sebagai solusi positif untuk mengatasi kesenjangan tersebut.
Lempake sebagai Pilot Project
Head of Regional Kalimantan IOH, Sugianto, mengungkapkan alasan Lempake dipilih sebagai proyek percontohan (pilot project) pertama di Kaltim. Menurutnya, Lempake dianggap representatif terhadap tantangan wilayah lain di Kaltim.
"Kami membuktikan jaringan Indosat sudah meng-cover 90 persen sinyal secara merata. Warga bisa merasakan langsung kekuatannya," ungkap Sugianto.
Indosat menghadirkan teknologi Fixed Wireless Access (HiFi Air), yakni internet tanpa kabel fiber optik yang bahkan bisa berjalan tanpa listrik hanya dengan power bank. Perusahaan juga menerapkan AI security untuk mencegah penipuan digital.
Sugianto menjelaskan, tiga fokus pengembangan yang dirancang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu keluarga digital, sekolah digital, dan pasar digital.
| Pemkot Samarinda Uji Sistem WFH ASN, Dikembangkan Cepat dalam 2 Minggu |
|
|---|
| Tutup Celah Pelanggaran WFH, Walikota Samarinda Ajak Masyarakat Turut Awasi Disiplin ASN |
|
|---|
| Isi APBD Kaltim Dibongkar dalam Dialog Publik Bersama, Anggota DPRD: Uang Rakyat Kok Dirahasiakan |
|
|---|
| Irigasi Rusak Puluhan Tahun, Petani Betapus Samarinda Hanya Panen 4–5 Ton |
|
|---|
| WFH di Samarinda Hemat hingga Rp 70 Juta, Dishub: Pegawai Wajib tak Bawa Kendaraan BBM Setiap Jumat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251003-Launching-Kelurahan-Digital.jpg)