Ibu Kota Negara
Keunggulan dan 3 Fakta Kopi Liberika yang Digadang-gadang jadi Komoditas Unggulan IKN Kaltim
Keunggulan dan 3 fakta kopi liberika yang digadang-gadang jadi komoditas unggulan IKN Kaltim
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur dan mitra strategis menggelar kegiatan penanaman kopi liberika dan webinar dalam rangka memperingati Hari Kopi Nasional, Rabu (1/10/2025).
Penanaman kopi liberika ini dipilih lantaran diharapkan menjadi komoditas unggulan di IKN Kaltim.
Prospek ke depan kopi liberika dapat dikembangkan sebagai komoditas unggulan IKN Kaltim.
Selain itu, varietas kopi liberika ini dikenal tangguh terhadap perubahan iklim, dan cocok ditanam di lahan gambut serta tanah marginal, karakteristik yang sesuai dengan sebagian wilayah IKN.
Baca juga: Kopi Liberika Mulai Ditanam di IKN, Upaya Menuju Pusat Pertanian
Penanaman ini tak hanya soal pohon, tetapi simbol dari visi besar menjadikan IKN, sebagai forest city yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Acara penanaman kopi liberika ini berlangsung di Embung MBH dan dilanjutkan dengan diskusi di Gedung Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Diskusi mengusung tema “Menggali Potensi Pengembangan Kopi Liberika di Kalimantan Timur Sebagai Komoditas Unggulan”.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman 110 pohon kopi liberika di kawasan Embung MBH, kemudian dilanjutkan dengan Webinar Bincang Komoditas Perkebunan Lestari Kalimantan Timur (Bingka Kaltim) seri ke-9.
Strategi Urban Agrikultur
Menurut Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, pertanian harus menjadi bagian dari struktur kota, bukan sekadar aktivitas di pinggiran.
“Kopi ini bukan hanya simbol, tapi bagian dari strategi urban agrikultur.
Kita ingin pertanian menjadi wajah kota, bukan bayangannya,” ungkapnya Jumat (3/10/2025).
Kopi liberika disebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh, baik sebagai komoditas maupun sebagai bahan riset pangan masa depan.
Penanaman ini juga sejalan dengan rencana Otorita IKN, untuk mengalokasikan 10 persen kawasan Nusantara sebagai zona produksi pangan.
Artinya, kota ini tak hanya dibangun untuk menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga lumbung gagasan pertanian masa depan.
"Dengan kolaborasi lintas sektor seperti ini, masa depan Nusantara bukan hanya digerakkan oleh beton dan baja, tapi juga oleh biji kopi yang tumbuh, dipanen, dan menghidupi," kata Myrna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251003_Peringatan-Hari-Kopi-Sedunia.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/10082025-Pameran-Kopi-Liberika-di-IKN.jpg)