Kamis, 30 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Bapenda Samarinda Genjot Pendapatan dengan Inovasi Pajak Digital

Upaya meningkatkan PAD Samarinda akan ditempuh melalui langkah konsolidasi internal dan penguatan inovasi digitalisasi pajak.

Tayang:
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Nisa Zakiyah
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
KOTA SAMARINDA - Foto ilustrasi pemandangan Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang menempatkan optimalisasi pendapatan daerah sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda akan ditempuh melalui langkah konsolidasi internal dan penguatan inovasi digitalisasi pajak.

Strategi ini disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda, Cahya Ernawan, yang menekankan pentingnya konsolidasi selama dua bulan pertama sesuai arahan Wali Kota Andi Harun.

"Nanti dalam dua bulan itu saya full lakukan konsolidasi internal. Untuk optimalkan baru tancap gas,” jelasnya.

Menurut Cahya yang baru saja dilantik pada 29 September 2025 lalu, tren PAD Samarinda dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan kenaikan.

Baca juga: Disdikbud Samarinda Tegaskan Larangan Jual Beli Lembar Kerja Peserta Didik di Sekolah

Hal ini akan menjadi pijakan untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan strategi Bapenda sebelumnya, termasuk dengan mendorong inovasi baru agar potensi pendapatan semakin optimal di tengah turunnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

“Karena dari pusat sudah ada filterisasi ke daerah, itu harus dimaksimalkan. Grafik PAD memang selalu mengalami kenaikan, jadi itu yang akan saya pelajari juga dengan Kepala Bapenda yang lama, triknya apa.

"Nanti akan kami kembangkan lewat inovasi seperti yang beliau kemarin,” ungkapnya.

Salah satu terobosan yang disiapkan adalah digitalisasi objek pajak, disertai pendekatan langsung kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran serta kepatuhan terhadap kewajiban pajak.

Baca juga: DPRD Samarinda Sebut Pelican Crossing Dianggap Solusi Paling Aman Gantikan JPO Juanda

"Digitalisasi objek pajak dengan masyarakat terkait manfaat pajak itu akan kami sosialisasi,” ujarnya.

Cahya menegaskan, strategi optimalisasi tidak akan dibebankan kepada masyarakat melalui kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), lantaran secara regulasi hanya dapat dinaikkan maksimal 25 persen. 

Fokus utama diarahkan pada inovasi pelayanan agar lebih praktis, termasuk mendorong pembayaran pajak melalui perangkat telepon seluler.

“Pasti akan ada kenaikan kalau kinerjanya meningkat, itu akan kami rekonsiliasi. Kami coba berbenah dalam dua bulan, tidak dengan menaikkan PBB karena dibatasi 25 persen.

"Inovasi pelayanan mendekatkan pelayanan pada masyarakat, mempermudah, kalau bisa lewat HP saja bayar agar lebih nyaman,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved