Berita Kaltim Terkini
BKKBN Kaltim Gelar Nobar Talkshow Program Genting, Kolaborasi Nasional Percepat Penurunan Stunting
BKKBN Kaltim gelar nobar talkshow program Genting sebagai wujud dukungan percepatan penurunan stunting dan penguatan kolaborasi lintas sektor
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur menggelar nobar talkshow “Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting)”, yang diselenggarakan oleh Tribun Network bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di Kompas TV, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan yang digelar di Kantor Perwakilan BKKBN Kaltim, Jalan MT Haryono, Samarinda Ulu, itu diikuti secara daring oleh ratusan perwakilan BKKBN dari berbagai daerah di Indonesia.
Suasana ruang rapat Gedung Bangga Kencana tampak dinamis, dengan para pegawai mempersiapkan monitor utama serta perangkat pendukung untuk menyimak talkshow secara interaktif melalui Zoom Meeting.
Beberapa pegawai bahkan membawa laptop pribadi sebagai antisipasi jika terjadi kendala jaringan pada layar utama.
Keseriusan dalam mengikuti acara ini bukan tanpa alasan. Program Genting menjadi salah satu langkah prioritas pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
Baca juga: Komisi II DPRD Kaltim Gelar Rapat Kerja, Bahas Rencana Bisnis Dua Perusda
Penata KKB Ahli Muda Perwakilan BKKBN Kaltim, Muktia Syafni Putri, menjelaskan bahwa Genting merupakan program lanjutan yang masuk dalam lima quick wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
"Ketika Pak Menteri dilantik sebagai Menteri dari Mendukbangga, beliau mengambil langkah strategis salah satunya itu dengan mengambil quick wins Genting. Sebenarnya ini meneruskan dari program sebelumnya dimana memang mengupayakan agar percepatan penurunan stunting ini bisa tetap dikawal dan bisa segera diturunkan angka stuntingnya," jelas Muktia.
Langkah percepatan ini menjadi urgen mengingat angka stunting di Indonesia masih berada di level 19,8 persen.
Sementara untuk Kalimantan Timur, prevalensi stunting tercatat mencapai 22,3 persen pada tahun lalu, angka yang masih tergolong tinggi dan memerlukan penanganan serius.
Muktia menekankan bahwa penanganan stunting memerlukan kerja sama lintas sektor. Masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan gotong royong dari berbagai pihak.
Baca juga: DPRD Kaltim Sebut Aktivitas Reklamasi Pasca Tambang Dipersoalkan Warga Samboja Kukar
Program Genting hadir sebagai wadah kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari perusahaan swasta, akademisi, hingga media massa.
Kolaborasi pentahelix ini diperlukan terutama dari sisi pembiayaan. Anggaran yang dibutuhkan untuk mengentaskan stunting cukup besar dan tidak mungkin hanya mengandalkan APBN atau APBD.
Oleh karena itu, kepedulian dari berbagai mitra kerja lintas sektor sangat diharapkan untuk bahu-membahu mempercepat penurunan angka stunting.
Program Genting secara khusus menyasar Keluarga Berisiko Stunting (KRS), terutama yang berada dalam periode seribu hari pertama kehidupan. Sasarannya meliputi ibu hamil, ibu menyusui, hingga bayi di bawah usia dua tahun (baduta).
| POPULER KALTIM: Mahasiswi di Samarinda Ditembak, Anak Pengurus Panti Asuhan di Balikpapan Meninggal |
|
|---|
| Diskominfo Kaltim Siap Adukan Media Pelanggar Kode Etik ke Dewan Pers |
|
|---|
| Sunmori hingga Baksos, CCI Samarinda Rayakan 15 Tahun Kebersamaan Pecinta Honda CBR |
|
|---|
| 10 Besar Provinsi dengan Pemuda Lajang Terbanyak pada 2025, Kaltim Urutan Berapa? |
|
|---|
| AHY ke Kader Demokrat Kaltim: Rapatkan Barisan, Tak Boleh Hanya Jadi Penonton |
|
|---|
