Berita Samarinda Terkini
Pemkot Samarinda Bangun TPI dan Cold Storage di Harapan Baru, Siap Launching 2026
Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur serius dalam memperkuat sektor perikanan melalui pembangunan Tempat Pelelangan Ikan
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur serius dalam memperkuat sektor perikanan melalui pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan fasilitas cold storage berkapasitas 120 ton di kawasan Harapan Baru.
Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur pendukung, melainkan strategi menuju kemandirian pengelolaan hasil tangkap, sekaligus upaya menciptakan efisiensi distribusi ikan beku yang selama ini bergantung pada fasilitas swasta maupun kerja sama lintas instansi.
Langkah tersebut merupakan respons terhadap keterbatasan ruang gerak Pemkot di TPI Selili, yang selama ini dikelola bersama pihak ketiga melalui perjanjian kerja sama (PKS).
Dengan hadirnya TPI baru di Harapan Baru yang sepenuhnya dikelola pemerintah kota, Samarinda diharapkan mampu mengendalikan harga ikan di pasaran serta meningkatkan pendapatan daerah dari sektor perikanan.
Baca juga: Andi Harun Urai Penyebab Keracunan MBG, Walikota Minta Dapur MBG di Samarinda Punya Cold Storage
Kepala Dinas Perikanan Kota Samarinda, Achmad Fauzi Irawan, menjelaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan arahan Wali Kota Andi Harun, yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga ikan dan memastikan rantai distribusi tetap berada di bawah kendali pemerintah.
“TPI yang di Selili itu kan karena keleluasan kita bergerak berkurang dengan adanya PKS, terus juga pendapatan otomatis berkurang dari sana. Maka dari itu, kita coba bangun di kawasan Harapan Baru. Sesuai dengan janjinya Pak Wali, kita harus komitmen terutama harga,” ujar Fauzi, Rabu (28/10/2025).
Ia menuturkan, pembangunan dengan sisa anggaran sekitar Rp 5 miliar dari APBD Kota Samarinda ini dirancang dengan prinsip keterbukaan dan efisiensi harga.
Pemerintah kota, kata Fauzi, akan berperan aktif dalam menetapkan serta mengawasi harga jual ikan di pasaran agar tetap stabil dan menguntungkan bagi nelayan maupun konsumen.
“Jadi, harga kita sudah harus komit. Misal kita share berapa harga, datang pun mereka buka dengan harga yang kita harapkan,” tegasnya.
Untuk mewujudkan sistem tersebut, Dinas Perikanan membangun fasilitas terpadu yang mencakup lapak pelelangan dan cold storage berkapasitas sekitar 120 ton.
Fasilitas ini dibangun di atas lahan milik Pemkot Samarinda seluas kurang dari satu hektare di kawasan Harapan Baru, dilengkapi kantor pendukung dan sarana permesinan pendingin.
“TPI kan hanya lapak. Kalau cold storage ada mesin permesinan. Kalau cold storage itu sudah aman,” jelas Fauzi.
Ia menambahkan, konstruksi utama bangunan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini sebelum dilanjutkan dengan tahap finalisasi sistem pengelolaan dan perizinan administratif.
“Targetnya 2026 bisa, insyaallah launching. Akhir tahun ini clear bangunan, 2026 insyaallah launching,” ungkapnya optimis.
Terkait tata kelola, Fauzi menyebutkan bahwa mekanisme pengaturan dan pengelolaan TPI Harapan Baru akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota, sebagaimana praktik yang berlaku pada fasilitas pelelangan sebelumnya.
Selain melayani aktivitas nelayan Samarinda, TPI Harapan Baru juga dirancang sebagai sentra pelelangan lintas daerah, yang mampu menampung hasil tangkapan dari wilayah sekitar seperti Kutai Kartanegara (Kukar).
“Harapannya juga nanti bisa bongkar di sana juga. Insyaallah kalau kita lihat animo tinggi,” tuturnya.
Baca juga: Pasar Induk di Balikpapan Utara Dilengkapi Cold Storage, Jadi Pusat Pergudangan Ketahanan Pangan
Fauzi menambahkan, antusiasme pelaku pelelangan di TPI Selili terhadap proyek baru ini cukup besar. Banyak pihak berharap fasilitas tersebut segera beroperasi agar sistem pengelolaan dapat berjalan lebih eksklusif di bawah kendali pemerintah kota.
“Teman-teman dari pelelangan yang di Selili sana berharap segera itu terwujud. Jadi entah apakah sebagian kita tarik, apa pemain baru yang kita masukkan, intinya kita bisa ngelola eksklusif pemerintah kota,” pungkasnya. (*)
| Lampu Panggung Kembali Menyala, Kebangkitan Teater Mahardika Samarinda via RT Nol RW Nol |
|
|---|
| Dishub Samarinda Perluas CFD, Mulai Besok Jalan Anggi Ditutup Total Tiap Akhir Pekan |
|
|---|
| Polresta Samarinda Ringkus Pengendara Motor Pembawa 0,75 Gram Sabu di Lok Bahu |
|
|---|
| 12.585 Peserta UTBK 2026 Bersaing Perebutkan Kursi Kuliah di Universitas Mulawarman Samarinda |
|
|---|
| WFH Samarinda Hemat 1.178 Liter BBM, Tekan Biaya Rp18 Juta Sehari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251029-Ikan.jpg)