Berita Kaltim Terkini
80 Persen Desa di Kaltim Sudah Nikmati Internet Gratis, Tersisa 169 Desa Lagi
Diskominfo Kaltim catat realisasi Program Internet Desa capai 80 persen, 672 desa sudah terpasang jaringan
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Realisasi Program Internet Desa Kaltim capai 80 persen, 672 desa sudah terpasang.
- Tantangan tersisa: desa tanpa listrik dan akses fiber optik.
- Program akan dilanjutkan tahun depan dengan evaluasi kualitas layanan.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur mencatat realisasi Program Internet Desa telah mencapai 80 persen.
Program ini merupakan bagian dari layanan internet gratis yang menjadi andalan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dalam meningkatkan akses digital masyarakat.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal menjelasakan progres terakhir pada tanggal 10 november realisasi cukup signifikan, pihaknya terus memacu percepatan sampai akhir tahun.
"Realisasi pemasangan internet desa sudah 80 persen, itu 672 desa dan masih tersisa 169 desa," katanya saat dikomfirmasi Jumat (21/11/2025).
Dari sisa desa yang belum terpasang, target untuk APBD murni hanya sekitar 40-an desa. Sementara untuk APBD perubahan, targetnya mencakup 125 desa dengan anggaran yang sudah masuk.
Baca juga: Pembangunan Taman Balai Kota Samarinda Capai 87 Persen, Target Selesai Akhir 31 Desember
Faisal mengakui bahwa desa-desa yang tersisa memiliki tantangan tidak terjangkau kabel fiber optik sehingga hanya bisa menggunakan satelit. Yang lebih menantang lagi, ada desa yang belum memiliki akses listrik.
Hal ini, kata Faisal menjadi pekerjaan rumah yang cukup susah sebab tanpa listrik internet sulit untuk menjangkau wilayah tersebut.
"Ini yang mungkin nanti jadi PR, karena listriknya enggak ada. Kalau bisa kami selesaikan segera, tapi kalau enggak nanti tahun depan bekerjasama dengan dinas ESDM untuk ada tenaga surya," tuturnya.
Namun, jika tidak bisa diselesaikan tahun ini, program tersebut akan dilanjutkan tahun depan.
Dia juga menyebut Anggaran untuk APBD perubahan tidak terlalu besar, hanya berkisar 2-3 miliar rupiah untuk sisa 125 desa. Jumlah tersebut sudah termasuk biaya langganan untuk dua bulan terakhir, November dan Desember.
Baca juga: Sukses Mengaspal di Samarinda, Design Gagah dan Bertenaga, New Honda ADV 160 Siap Curi Perhatian
Tahun depan, program Internet Desa dipastikan akan terus berlanjut. Faisal menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi diawal Januari untuk memastikan kualitas layanan.
"Kita akan evaluasi, apakah fasilitas yang digunakan FO melalui wireless dan satelit itu. Kalau sudah bagus lancar-lancar aja, providernya bagus-bagus aja berarti kami teruskan hingga akhir masa jabatan Rudy Seno karena udah jadi visi-visi," tegasnya.
Namun, jika hasil monev ditemukan masalah seperti kualitas via satelit atau fiber optik yang buruk, Diskominfo tidak segan mengganti dengan provider lain demi memastikan masyarakat mendapat layanan terbaik.
Berdasarkan penyedia layanan internet, pemasangan terbesar dilakukan oleh Telkomsel Indihome sebanyak 152 desa, disusul Telkom WMS 147 desa, Telkomsel Orbit 131 desa, Telkomsat Starlink 78 desa, Comtelindo 84 desa, Icon+ I-Win 48 desa, serta Bestcamp Starlink 32 desa.
| Uniba Percaya Diri di Tengah Tren Pangkas Prodi, Isradi Klaim Semua Jurusan Dibutuhkan Industri |
|
|---|
| Polda Kaltim Siaga Jelang May Day, Pengamanan Polisi mesti Humanis dan Kondusif |
|
|---|
| Pengurus Koperasi Merah Putih di Kaltim Disorot, Daerah Tak Punya Wewenang Pilih Manajer |
|
|---|
| 4 Daerah dengan Kasus HIV/AIDS Paling Sedikit di Kalimantan Timur 2026 |
|
|---|
| 5 Daerah di Kalimantan Timur dengan Minat Membaca Buku Paling Rendah 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251121_Kepala-Diskominfo-Kaltim-Muhammad-Faisal.jpg)