Berita Berau Terkini
Berau Rawan Gempa, BPBD Minta Alat Deteksi Tsunami di Maratua hingga Derawan
BPBD Berau mendesak pemasangan alat deteksi tsunami di wilayah Maratua, Derawan, dan kawasan pesisir lainnya.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- BPBD Berau meminta pemasangan alat deteksi tsunami di titik rawan seperti Maratua, Derawan, Balikukup, dan Sambit karena alat yang tersedia saat ini hanya pendeteksi gempa.
- Berau berada di kawasan tiga sesar aktif—Maratua, Laut Tarakan, dan Tanjung Mangkalihat—yang dapat memicu gempa signifikan kapan saja.
- Beberapa wilayah pesisir dan pulau kecil masuk zona risiko tinggi, sementara BPBD juga menghadapi keterbatasan personel dan peralatan dalam kesiapsiagaan bencana.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Risiko gempa yang terus mengintai Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat meminta pemasangan alat deteksi tsunami di wilayah-wilayah rawan.
Permintaan ini dinilai mendesak karena Berau berada di kawasan tiga sesar aktif yang dapat memicu gempa signifikan setiap saat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan bahwa alat pendeteksi gempa yang dimiliki saat ini tidak cukup untuk memberikan peringatan dini jika terjadi tsunami.
Karena itu, BPBD Berau mengusulkan pemasangan alat deteksi tsunami di beberapa titik strategis.
Baca juga: Gempa Berau Magnitudo 5.6, Daftar 3 Sesar dan Sejarah Gempa Kaltim, Ada Tsunami 1 Meter Sangkulirang
"Satu menit lebih cepat bisa menyelamatkan nyawa. Kita butuh alat itu segera," ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Nofian menjelaskan, Kabupaten Berau berada di antara tiga sesar yang masih aktif bergerak, yakni Sesar Maratua, Sesar Laut Tarakan, dan Sesar Tanjung Mangkalihat.
Dari ketiganya, Sesar Tanjung Mangkalihat disebut paling aktif dan sering memicu gempa di wilayah pesisir.
BPBD Berau saat ini hanya memiliki alat pendeteksi gempa.
Namun, tanpa alat pendeteksi tsunami, potensi keterlambatan informasi bisa sangat fatal terutama bagi kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.
Baca juga: Gempa Berau Magnitudo 5.6 Tadi Malam, Sejarah Gempa Kalimantan termasuk Tsunami Sangkulirang, Kutim
Titik yang diusulkan BPBD Berau untuk pemasangan alat deteksi tsunami meliputi Maratua, Derawan, Balikukup, dan Sambit.
Menurut Nofian, wilayah-wilayah tersebut berada pada garis potensi terdampak langsung jika terjadi tsunami akibat pergerakan sesar.
Usulan itu sempat dibahas dalam forum internal, namun belum diajukan secara resmi melalui surat.
Meski aktivitas gempa yang terjadi selama ini belum tergolong besar, BPBD Berau meminta masyarakat tetap waspada karena potensi ancaman dapat terjadi kapan saja.
BPBD Berau mencatat beberapa wilayah berisiko tinggi jika tsunami terjadi.
Baca juga: Gempa Tarakan Magnitudo 4.4 Susulan dari Gempa 5 November, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Untuk zona perairan, dampaknya diperkirakan menjangkau Pulau Maratua, Pulau Derawan, Kaniungan Besar, dan Pulau Balikukup.
| 2 Destinasi Wisata Favorit dan Penyumbang PAD Terbesar di Berau 2025 |
|
|---|
| Berau Coal Resmikan Pedestrian Museum Batiwakkal dan Dermaga Wisata Gunung Tabur |
|
|---|
| Demi Keselamatan, Polres Berau Larang Kembang Api Skala Besar saat Tahun Baru |
|
|---|
| Pemkab Berau Siap Hadapi Hidrometeorologi, Pasang Rasa Kewaspadaan Ekstra |
|
|---|
| Progres Gedung BKPSDM Berau Senilai Rp 13,7 Miliar Capai 95 Persen, Target Selesai 31 Desember |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251128_Kabid-Kedaruratan-dan-Logistik-BPBD-Berau-Nofian-Hidayat-minta-alat-deteksi-tsunami.jpg)