Senin, 18 Mei 2026

Berita Kutim Terkini

Jalan Pertanian Singa Geweh Kutim Berlumpur, Kini Dapat Bantuan Penimbunan Sementara

Jalan Pertanian di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur menjadi jalan utama bagi masyarakat

Tayang:
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM/Nurila Firdaus
MULAI DITIMBUN -  Jalan Pertanian di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Jalan ini menjadi jalan utama bagi masyarakat untuk menuju ke Pasar Sangatta Selatan, sekolah hingga Puskesmas. (TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS) 

TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA - Jalan Pertanian di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur menjadi jalan utama bagi masyarakat untuk menuju ke Pasar Sangatta Selatan, sekolah hingga Puskesmas.

Jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer ditempati oleh penduduk RT 26, Kelurahan Singa Geweh dan berbatasan langsung dengan Desa Sangatta Selatan di Kecamatan Sangatta Selatan.

Selama kurang lebih dalam waktu sepekan jalan tersebut kian parah akibat cuaca dan tidak adanya drainase di sisi kanan dan kirinya sehingga air hujan kerap menggenangi jalan tersebut.

Ketua RT 26 Kelurahan Singa Geweh, Chalvin S Mangera menyebutkan sejak dibangun oleh Pertamina Sangatta Selatan sekitar tahun 1987 lalu, jalan tersebut tak pernah diperbaiki.

Baca juga: Viral Warga Singa Geweh di Kutai Timur Tutupi Jalan Rusak dengan Pohon Pisang

"Ditambah belakangan ini proyek timbunan baik milik pemerintah maupun masyarakat lagi banyak, sehingga banyak truk muatan material melintas sehingga jalan semakin buruk," ujar Chalvin, Minggu (7/12/2025).

Menurutnya jalan tersebut banyak kekurangannya, selain tidak memiliki drainase di sisi kanan kirinya, jalan itu kerap dilewati truk dan molen sehingga kualitasnya semakin menurun.

Langkah Ketua RT

Saat jalan tersebut mulai rusak, sekitar dua hari lalu, dirinya telah bersurat kepada Pemerintah melalui Kelurahan dengan harapan segera ada perbaikan.

Namun karena dari pihak Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan hanya diminta untuk sabar, sehingga ia geram dan memasang pohon pisang di 6 titik lubang yang menurutnya parah.

Bahkan akibat jalan tersebut berlumpur dampak dari proyek timbunan, tak jarang warga yang melintas jatuh lantaran jalan licin.

"Warga kami kurang lebih 60 KK, semuanya berada di jalan kurang lebih satu kilo meter ini, ini jadi akses utama kami, malah warga Desa Sangatta Selatan juga lebih banyak menggunakan jalan ini," jelasnya.

Bantuan DPRD dan Dinas PUPR

Setelah aksinya menanam pohon-pohon pisang tersebut, sejak tadi malam, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Leni Angriani dan Anggota DPRD Provinsi Arfan memberikan bantuan.

Ia mengaku kedua anggota dewan telah menyumbang sebesar Rp 5 juta, yang dikirim ke rekeningnya. Kemudian ia belikan batu merah sehingga mendapatkan 6 rit.

"Tadi pagi sudah kami salurkan di titik-titik paling parah sebanyak 3 rit, sisanya besok, kalau Dinas PUPR alatnya excavator kecil sudah readi di jalan itu, biasanya bantu penanggulangan jalan darurat berupa agregat," terangnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved