Jumat, 15 Mei 2026

Berita Kutim Terkini

Jalan Pertanian RT 26 Berlumpur, Lurah Singa Geweh: Pernah Jadi Usulan Prioritas 2023

Jalan Pertanian yang berada di RT 26 Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, tengah viral karena berlumpur.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
MULAI DITIMBUN -Jalan Pertanian di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Jalan ini menjadi jalan utama bagi masyarakat untuk menuju ke Pasar Sangatta Selatan, sekolah hingga Puskesmas. (TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS) 

Ringkasan Berita:
  • Jalan Pertanian di RT 26 Singa Geweh kembali viral karena rusak parah dan berlumpur, menjadi sorotan warga serta media sosial.
  • Lurah Singa Geweh memastikan perbaikan jalan sepanjang 1,8 km tersebut telah masuk skala prioritas sejak 2023 dan kini mulai ditindaklanjuti Dinas PUPR.
  • Kerusakan dinilai akibat beban kendaraan berat serta kurangnya perawatan, sementara jalan ini merupakan akses vital warga menuju pasar dan sekolah.

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Jalan Pertanian yang berada di RT 26 Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, tengah viral karena berlumpur.

Jalan Pertanian yang menghubungkan Kelurahan Singa Geweh dan Desa Sangatta Selatan di Kabupaten Kutai Timur kembali menjadi sorotan setelah sempat viral di media sosial. 

Lurah Singa Geweh, Suprianto, membenarkan kerusakan parah pada jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga tersebut dan mengungkapkan bahwa perbaikannya sudah masuk dalam usulan skala prioritas Pemkab Kutai Timur sejak tahun 2023.

"Itu sebenarnya masuk di musrenbang kelurahan mulai tahun 2023 itu sudah menjadi skala prioritas, itu Jalan Pertanian, dan itu sudah masuk di renja, Tapi eksekusinya saya enggak paham karena kelurahan hanya mengusulkan skala prioritas, tapi itu sudah tercatat di renja," ujarnya, Minggu (7/12/2025).

Baca juga: Jalan Pertanian Singa Geweh Kutim Berlumpur, Kini Dapat Bantuan Penimbunan Sementara

Total panjang ruas jalan yang diusulkan untuk diperbaiki adalah 1.800 meter (1,8 kilometer). 

Panjang ini dibagi dua, di mana sekitar 900 meter berada di wilayah Kelurahan Singa Geweh dan 900 meter sisanya di wilayah Desa Sangatta Selatan, mengingat jalan tersebut merupakan perbatasan yang dilalui oleh penduduk dari kedua wilayah, termasuk warga di RT 26 yang berjumlah di atas 100 jiwa.

Kerusakan jalan ini diperkirakan mulai aktif sekitar Januari 2020.

Menurut Suprianto, kerusakan terjadi karena jalan tersebut sering digunakan sebagai lintasan alternatif, terutama saat pembangunan Kabupaten Kutai Timur dan Kecamatan Sangatta Selatan yang padat.

"Apalagi tidak diimbangi dengan kekuatan jalan yang ada justru dilintasi truk, dilintasi molen dan sebagainya itu tidak diimbangi. Sehingga kalau memang tidak ada perawatan, tidak ada pembangunan, jadi otomatis barang yang digunakan semakin lama semakin tidak seimbang, bahkan bisa rusak," jelasnya.

Baca juga: Viral Warga Singa Geweh di Kutai Timur Tutupi Jalan Rusak dengan Pohon Pisang

Ia menekankan pentingnya pembangunan yang berimbang antara kekuatan jalan dan drainase. 

Jalan tersebut dianggap sangat vital, terutama pada pagi hari, karena menjadi akses utama warga untuk menuju pasar dan sekolah.

Setelah kondisi jalan ini kembali viral di media sosial, bahkan dengan adanya aksi warga menanami titik-titik kerusakan dengan pohon pisang, menarik perhatian beberapa pihak.

"Kita langsung bersurat. Karena atasan saya camat, saya bersurat dengan camat, supaya bisa ditindaklanjuti," katanya.

Suprianto mengkonfirmasi bahwa informasi terakhir yang ia terima menunjukkan bahwa Dinas PUPR sudah menindaklanjuti usulan tersebut.

Baca juga: Pemkab Kutim Akan Salurkan Motor Operasional ke Ketua RT di Kelurahan Singa Geweh Tahun 2026

Bahkan, anggota Dewan setempat juga telah membeeikan bantuan.

"Alhamdulillah informasi terakhir ini sudah ditindaklanjuti oleh Dinas PU, sudah perbaikan ini. Ini berlangsung mulai tadi sekitar siang tadi atau pagi tadi," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved