Berita Samarinda Terkini
Hadapi Cuaca Ekstrem, Andi Harun Ajak Kaltim Berkaca pada Bencana Sumatera
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, Walikota Samarinda Andi Harun mengajak seluruh daerah di Kalimantan Timur belajar dari bencana Sumatera.
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Walikota Samarinda Andi Harun menegaskan perlunya mitigasi komprehensif menghadapi anomali cuaca, dengan menjadikan bencana di Sumatera sebagai pelajaran penting bagi Kaltim.
- Ia meminta warga wilayah rawan longsor dan banjir meningkatkan kewaspadaan serta mendorong forum koordinasi lintas kabupaten/kota yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dunia usaha, dan masyarakat.
- Penanganan bencana harus mengikuti prinsip kolaborasi Pentahelix, agar langkah mitigasi tidak berjalan sendiri-sendiri.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG dalam beberapa bulan ke depan, Walikota Samarinda Andi Harun menegaskan perlunya kesiapsiagaan komprehensif di seluruh Kalimantan Timur.
Ia menekankan bahwa Kalimantan Timur harus belajar dari bencana besar yang melanda Sumatera, terutama terkait longsor dan banjir akibat anomali cuaca.
Andi Harun menyebut bahwa mitigasi bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah.
Semua elemen masyarakat, dunia usaha, serta pemangku kepentingan harus ikut berperan menghadapi potensi hidrometeorologi.
Baca juga: Kaltim Terancam Banjir, Dana Mitigasi Bencana Anjlok Tajam pada 2026
“Kita bisa berkaca bahwa bencana hidrometeorologi ini akibat sekian lama karena tangan-tangan yang melakukan kerusakan terhadap keseimbangan alam. Mudah-mudahan ini jadi pelajaran penting buat kita di Kaltim,” ujarnya.
Ia mengimbau warga di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan tempat tinggal sementara jika terjadi cuaca ekstrem.
Wilayah rawan banjir juga diminta menguatkan kolaborasi dengan program mitigasi pemerintah, mengingat kerusakan alam kerap terjadi lebih cepat dibandingkan upaya teknis di lapangan.
“Sudah harus memiliki persiapan juga untuk kita menghadapi satu keadaan anomali yang sewaktu-waktu kita tidak bisa perkirakan. Dan kita berdoa mudah-mudahan prediksi-prediksi itu tidak seseram,” katanya.
Baca juga: Wakil Walikota Saefuddin Zuhri Sebut Kesiapan Mitigasi Bencana Samarinda Capai 90 Persen
Melihat dampak bencana di Sumatera dan Aceh yang terjadi belum lama ini, Andi Harun menilai sudah saatnya Kalimantan Timur duduk bersama dalam forum koordinasi.
Forum ini perlu mempertemukan pemerintah kabupaten/kota, provinsi, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, serta seluruh pemangku kepentingan teknis.
“Saya menyarankan, mungkin dalam waktu dekat kita butuh rapat koordinasi teknis atau rapat koordinasi terhadap kesiapsiagaan bencana yang melibatkan semua sektor,” jelasnya.
Menurutnya, rapat tersebut idealnya dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Timur agar upaya penanggulangan bencana dapat berjalan terpadu dan tidak “autopilot” atau berjalan sendiri-sendiri.
Baca juga: Daftar Skor Indeks Risiko Bencana 10 Kabupaten/Kota di Kaltim, Lima Daerah Kategori Risiko Tinggi
Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana harus mengikuti prinsip kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.
“Enggak mungkin kita bisa kerja sendiri. Nanti masing-masing kabupaten kota autopilot,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Andi Harun kembali mengingatkan bahwa kesiapsiagaan bencana memerlukan objektivitas penuh.
Kalimantan Timur harus mampu mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengantisipasi kejadian ekstrem seperti yang terjadi di Sumatera.
“Lalu kita duduk secara objektif mengerahkan semua sumber daya untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan anomali atau kejadian-kejadian di luar perkiraan kita atau kejadian-kejadian yang bisa bersifat force majeure yang seperti terjadi di beberapa tempat terutama Sumatera dan Aceh,” tutupnya. (*)
| Pemkot Samarinda Beber Kualitas Udara dari Dampak Uji Coba Insinerator Sampah |
|
|---|
| 2 Strategi Integratif Pemkot Samarinda untuk Atasi Banjir Kota |
|
|---|
| Penanganan Banjir Samarinda Masuk Fase Optimasi, Drainase dan Polder Diperkuat |
|
|---|
| DPRD Samarinda Soroti Lambatnya Penanganan Laporan Kehilangan Motor di Polresta Samarinda |
|
|---|
| 236 Calon Jemaah Haji Samarinda Kloter 16 dan 17 Siap Berangkat, Kesehatan Jadi Perhatian Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251208_Walikota-Samarinda-Andi-Harun-dorong-kolaborasi-pentahelix-tanggulangi-bencana.jpg)