Berita Samarinda Terkini
Stok Beras Samarinda Aman hingga Idulfitri 2026, Bulog Pastikan Harga Stabil
Bulog Samarinda memastikan stok beras aman hingga Idulfitri 2026, dengan pasokan 6.300 ton untuk enam daerah di Kaltim.
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Bulog Samarinda memastikan stok beras 6.300 ton cukup untuk enam kabupaten/kota hingga lima bulan ke depan.
- Harga beras stabil di bawah HET, termasuk di ritel modern dan Toko SIGAP.
- Tidak ada impor baru sesuai arahan Presiden; pasokan dipenuhi dari produksi lokal dan stok lama impor.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketersediaan stok beras di Samarinda dan lima daerah lainnya dalam wilayah kerja Bulog Wilayah II Samarinda dipastikan tetap aman hingga perayaan Idulfitri 2026.
Kepastian ini disampaikan oleh Asisten Manajer Supply Chain and Public Service (SCPP) Perum Bulog Samarinda, Ahmad Syaulani, yang menegaskan bahwa kebutuhan pangan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) masih dapat dipenuhi dengan baik tanpa mengandalkan impor baru.
Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda untuk komoditas pangan utama di gudang masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di enam kabupaten dan kota di wilayah kerjanya.
Saat ini stok beras medium yang tersedia di gudang mencapai 6.300 ton.
"Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan enam kabupaten dan kota dalam beberapa bulan ke depan," jelasnya.
Baca juga: Mahakam Ulu Matangkan Strategi Ketahanan Pangan, Gudang Bulog Siap Dibangun 2026
Ia pun menyampaikan dengan estimasi kebutuhan rata-rata per kabupaten kota sekitar 1.200 ton per bulan untuk wilayah 2 stok yang ada diperkirakan cukup untuk lima bulan ke depan.
Ahmad Syaulani juga memastikan stabilitas harga di pasaran tetap terjaga. Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog adalah Rp13.100 per kilogram.
Kemudian kategori beras medium dipatok Rp14.000 per kilogram, sementara beras premium berada di angka Rp15.400 per kilogram.
Menariknya, di tingkat mitra penjualan seperti ritel modern (Indomaret, Ramayana, Robinson, Iwan Swalayan) dan Toko Siap Jaga Harga dan Pasokan (SIGAP), tarif yang diberlakukan sering kali berada di bawah ketentuan HET tersebut, yakni sekitar Rp63 ribu per kemasan lima kilogram.
"Jika dibandingkan dengan daerah lain, harga beras di Kaltim relatif sama dengan harga nasional. Memang ada sedikit perbedaan, tetapi secara umum tidak signifikan," katanya.
Baca juga: Sidak Stok Beras di Samarinda, Pemkot Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Aman Lima Bulan
Untuk menjaga mutu, Bulog secara rutin melakukan pemantauan bulanan terhadap mitra penjualan guna memastikan kualitas beras tetap terjaga sejak awal distribusi.
Ahmad Syaulani juga mengungkapkan bahwa beras yang ada di gudang saat ini merupakan campuran stok lokal yang berasal dari petani di Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur (Kutim), hingga Sulawesi Selatan, serta beras impor stok lama.
Adapun beras impor stok lama tersebut berasal dari negara Taiwan, Kamboja, dan Vietnam yang masuk pada tahun 2024.
Pihaknya juga memastikan tidak ada beras impor baru yang masuk sejak adanya arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengutamakan produksi dalam negeri.
| Presiden Prabowo Pilih Sapi Seberat 1,7 Ton Milik Warga Samarinda untuk Kurban di Kaltim |
|
|---|
| Refleksi 28 Tahun Reformasi di Samarinda, Saat Ini Neo Orde Baru Masih Mengintai |
|
|---|
| Cerita Komunitas Samarinda Balance Bike Cetak Rider Cilik Berprestasi, Kikis Rasa Candu pada Gawai |
|
|---|
| Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Ingatkan Pilrek Unmul 2026 Harus Bersih dari Politik Praktis |
|
|---|
| Samarinda Raih Nilai A Pelayanan Publik, Akademisi Sebut Birokrasi Kini Lebih Cepat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251210_Asisten-Manajer-Supply-Chain-and-Public-Service-SCPP-Bulog-Samarinda-Ahmad-Syaulani.jpg)