Berita Samarinda Terkini
Sidak Stok Beras di Samarinda, Pemkot Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Aman Lima Bulan
Sidak mendadak Pemkot Samarinda memastikan stok dan harga beras stabil jelang Nataru, Ramadan, dan Idul Fitri
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Pergudangan Karang Asam II di Jalan Ir. Sutami, Kecamatan Sungai Kunjang, untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan beras menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta persiapan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2026.
Langkah ini dilakukan Pemkot Samarinda sebagai bagian dari pengendalian inflasi pangan dan menjaga ketahanan pangan daerah.
Sidak dipimpin langsung Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Setibanya di lokasi, ia memeriksa ketersediaan beras Bulog, memantau stok puluhan ton beras, serta mengambil sampel untuk mengecek kualitas komoditas pokok tersebut.
Meski sidak berlangsung singkat yaitu sekitar 10 menit, Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa hasil pengecekan menunjukkan stok beras di Samarinda dalam kondisi aman.
Baca juga: Balikpapan Terima 50 Ton Beras Premium Subsidi dari Bapanas, Distribusi Diawasi Agar Sesuai HET
Ia memastikan pasokan cukup untuk lima bulan ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan.
"Tinjauan hari ini salah satunya untuk stok beras ke depannya menghadapi Nataru, puasa, dan Lebaran insyaallah aman. Stok ini aman selama lima bulan ke depan," katanya usai tinjauan dilokasi gudang beras.
Dari hasil sidak tersebut, Zuhri turut membandingkan kualitas beras lokal dengan beras impor. Meskipun beras impor memiliki tampilan fisik yang lebih jernih, tapi keunggulan rasa beras produksi dalam negeri.
"Memang untuk visualnya itu beda. Kalau datang dari luar negeri itu jernih, kalau untuk produksi lokal itu agak sedikit gelap. Tapi untuk rasanya sendiri, lokal itu lebih enak, lebih pulen, dan lebih nikmat rasanya sesuai dengan lidah warga Indonesia," jelasnya.
Ia pun mengajak warga Samarinda untuk mengutamakan konsumsi beras lokal sebagai bentuk dukungan terhadap petani daerah.
Baca juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional di Samarinda Mengalami Kenaikan Jelang Nataru
"Pokoknya pakailah beras produksi dalam negeri, rasanya enak dan kenyil," tambahnya.
Terkait isu kenaikan harga komoditas pangan, Zuhri memastikan harga beras di pasaran saat ini dalam kondisi terkendali dan sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 13.100/kilogram.
"Untuk berasnya saya kira enggak ada kenaikan harga. Aman terkendali," ucapnya.
Mengenai kekhawatiran adanya peredaran beras oplosan, ia bilang tim gabungan Forkopimda belum menemukan indikasi praktik curang tersebut di lokasi sidak.
Pemkot Samarinda
sidak
stok beras
Wakil Walikota Samarinda
Saefuddin Zuhri
Nataru
Samarinda
TribunKaltim.co
| Pemkot Samarinda Siap Klaim jadi Pionir ASN AI Pertama di Indonesia |
|
|---|
| Abdunnur Resmi Daftar Calon Rektor Unmul 2026-2030, Klaim Didukung 81 Senator |
|
|---|
| Masuk API Awards 2026, Bukit Steling Samarinda Setor PAD Rp1,6 Juta per Bulan untuk Pemkot |
|
|---|
| Unmul Sikat Semua Lawan di Campus League Samarinda, Amankan Tiket The National Jakarta |
|
|---|
| Walikota Samarinda Andi Harun Tegaskan BPJS Ketenagakerjaan Bukan Sekadar Administrasi Proyek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251210_Sidak-Stok-Beras-di-Samarinda-Wakil-Walikota-Samarinda-Saefuddin-Zuhri.jpg)