Berita Kaltim
Cuaca Ekstrem Mengintai, DPTPH Kaltim Percepat Tanam dan Benahi Irigasi Demi Selamatkan Panen
Cuaca ekstrem Desember diprediksi BMKG, DPTPH Kaltim bergerak cepat lindungi panen petani dari ancaman banjir
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- DPTPH Kaltim mengantisipasi cuaca ekstrem Desember dengan perbaikan irigasi dan optimasi lahan.
- Strategi percepatan tanam diterapkan agar petani bisa panen lebih awal, Januari-Februari 2026.
- BMKG memetakan Kaltim pada tingkat kerawanan sedang, dampak diprediksi tak separah tahun lalu.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur mengantisipasi cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG terjadi pada bulan Desember.
Antisipasi dilakukan dengan memperbaiki saluran irigasi guna mencegah banjir dan menghindari potensi gagal panen.
Kepala DPTPH Provinsi Kaltim, Siti Farisyah Yana menjelaskan beberapa daerah memang sudah mulai mengalami dampak cuaca ekstrem.
Namun, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi sejak dini melalui sosialisasi kepada petani.
"Dari sejak awal kita sudah melakukan sosialisasi bahwa di bulan Oktober, November, Desember kita sudah tanam," ujar Yana, Kamis (12/12/2025).
Baca juga: Kampanye Keselamatan Pelayaran di Samarinda, Saefuddin Zuhri: Keselamatan Pelayaran Prioritas Utama
Menurutnya, strategi percepatan masa tanam telah diterapkan agar petani bisa memanen lebih awal. Saat ini kondisi curah hujan masih terkendali dan petugas lapangan terus memantau.
Dia menambahkan, serangan hama biasanya terjadi pada kondisi cuaca tertentu. Namun karena tanaman masih dalam posisi baru tanam, serangan hama belum terlalu banyak.
Yana memperediksi, para petani dapat memulai masa panen antara Januari hingga Februari tahun depan.
Untuk mencegah potensi banjir yang dapat mengakibatkan gagal panen, DPTPH telah melakukan berbagai upaya persiapan sebelum memasuki bulan Desember.
"Kita kemarin sebelum masuk masa bulan Desember kita melakukan perbaikan-perbaikan saluran kemudian perbaikan irigasi termasuk optimasi lahan," jelasnya.
Baca juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, Andi Harun Ajak Kaltim Berkaca pada Bencana Sumatera
Yana memperkirakan dampak cuaca ekstrem tahun ini tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya.
Dia melihat data dari BMKG yang menunjukkan bahwa Kalimantan Timur termasuk daerah dengan tingkat kerawanan sedang.
"Kalimantan Timur termasuk daerah yang tingkat kerawanannya masih sedang kalau yang lain sudah tinggi," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251212_Kepala-DPTPH-Kaltim-Siti-Farisyah-Yana-menyebut-penyuluh-pertanian-jadi-pegawai-pusat.jpg)