Berita Kaltim Terkini
Dapat Bantuan Bedah Rumah di Program BSPS, Muna: Dulu Dinding Kayu Sudah Keropos, Kini Sudah Baru
Program BSPS atau bedah rumah 2025 di Kalimantan Timur terus bergulir dan membawa dampak nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Penulis: Zainul | Editor: Rita Noor Shobah
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 655 unit rumah di Kaltim menerima bantuan BSPS 2025 untuk meningkatkan kualitas hunian
- Proses penyaluran dilakukan transparan melalui pemilihan toko bangunan terbuka dan bantuan Rp20 juta langsung ke rekening penerima
- Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar program berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah 2025 di Kalimantan Timur terus bergulir dan membawa dampak nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program BSPS adalah program pemerintah yang dilaksanakan melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP).
BSPS ini merupakan bantuan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendorong kemandirian warga dalam memperbaiki rumah tidak layak huni.
Pada 2025, di Kaltim sebanyak 655 unit rumah di sembilan kabupaten dan kota menerima program BSPS atau bedah rumah.
Sejumlah warga yang mendapat bantuan bedah rumah pun mengaku bersyukur bisa menerima manfaat program tersebut.
Baca juga: Rincian Penerima BSPS 2025, 655 Rumah Warga Kaltim Disulap Jadi Hunian Layak
Komentar Warga
Seorang penerima BSPS, Amir (61), warga Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, mengaku sangat bersyukur dengan bantuan yang diterimanya.
Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini menyebut perbaikan rumahnya hampir rampung.
“Alhamdulillah, perbaikan rumah saya sudah mau selesai. Material yang datang sesuai dengan pesanan. Kalau ada keluhan, TFL ada di lapangan atau bisa langsung ke toko bangunan. Insyaallah diganti,” ujar Amir, Minggu (14/12/2025).
Hal serupa disampaikan Muna, ibu rumah tangga penerima BSPS di Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Ia mengatakan kondisi rumahnya kini jauh lebih layak huni dibanding sebelumnya.
“Dulu dinding kayunya sudah keropos, sekarang sudah diganti kayu baru. Seng juga baru. Kayu yang datang bagus. Alhamdulillah,” katanya.
Pastikan Proses Berjalan Transparan
Selain memastikan kualitas material bangunan, Balai P3KP Kalimantan II juga menekankan proses penyaluran BSPS yang transparan dan demokratis.
Salah satunya melalui mekanisme pemilihan toko bangunan secara terbuka.
Dalam proses ini, calon penerima bantuan dan pihak toko bangunan diundang bersama untuk bernegosiasi terkait harga dan kualitas material sesuai anggaran yang tersedia.
“Kami kumpulkan warga calon penerima bantuan dan toko bangunan. Ada proses musyawarah, tawar-menawar harga, dan pemilihan bahan bangunan yang sesuai,” kata Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Kalimantan II, Anggoro Putro, Minggu (14/12/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251214_BSPS-Rumah-Layak-Huni.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251214_Bantuan-Stimulan-Perumahan-Swadaya-di-Balikpapan.jpg)