Selasa, 19 Mei 2026

Berita Bontang Terkini

Ketika Berjualan di Trotoar Lebih Laku, Pasar Tamrin Bontang Hadapi Konflik Pedagang

Pedagang resmi Pasar Tamrin resah, lapak trotoar kembali ramai dan membuat pembeli enggan masuk gedung

Tayang:
TribunKaltim.co/Muhammad Ridwan
POLEMIK PASAR TAMRIN - Ilustrasi Petugas Satpol PP Kota Bontang menertibkan sejumlah pedagang ikan yang berjualan di pinggir Jalan KS Tubun, Pasar Tamrin, Agustus 2025 lalu. (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN) 

Ringkasan Berita:
  • Pedagang resmi Pasar Tamrin mengeluhkan maraknya pedagang di trotoar yang merugikan usaha mereka.
  • Pemkot Bontang menyiapkan skema penataan ulang dan berjanji menindak tegas lapak liar.
  • Pedagang luar pasar menolak relokasi karena khawatir omzet menurun drastis.

 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Masalah pedagang di luar Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang kembali mencuat dan memantik polemik antara pedagang resmi di dalam gedung pasar dan pedagang yang berjualan di trotoar.

Pedagang resmi di dalam pasar mengeluhkan masih maraknya aktivitas jual beli di trotoar Jalan KS Tubun hingga Jalan Juanda yang dinilai merugikan usaha mereka.

Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Walikota Bontang, Agus Haris, saat melakukan monitoring harga bahan pokok di Pasar Tamrin, Selasa (16/12/2025). 

Dalam dialog di lokasi, pedagang menyampaikan keresahan yang telah berlangsung lama, bahkan sejak pasar tersebut kembali difungsikan pascarevitalisasi usai kebakaran pada 2013 silam.

Muhammad Nasir, pedagang ikan di Pasar Tamrin, menilai pemerintah perlu bersikap lebih tegas. Menurutnya, masih banyak lapak kosong di dalam gedung pasar karena pedagang yang semula di dalam memilih berjualan di luar. Menyewa tanah, ruko sampai ngemper di trotoar.

Baca juga: Pemkot Bontang Keluarkan Rp 27 Miliar Bebaskan Lahan Warga untuk Polder Banjir di Tanjung Laut

Menurutnya pembeli enggan masuk ke dalam gedung pasar, khususnya ke lantai dua tempat pedagang ikan dan ayam berjualan. Karena memilih berbelanja di luar.

“Kami yang sudah taat aturan justru dirugikan,” ungkapnya.

Ia mengatakan penertiban memang pernah dilakukan, namun pedagang trotoar kerap kembali berjualan di lokasi yang sama setelah aparat pergi.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Walikota Bontang Agus Haris mengatakan pemerintah tengah menyiapkan skema penataan ulang pedagang, khususnya pedagang ikan dan ayam, agar ditempatkan di lantai bawah gedung pasar.

“Kami akan rapat untuk membahas penempatannya. Kalau skema ini diterapkan, maka tidak boleh lagi ada yang berjualan di trotoar,” tegas Agus Haris.

Baca juga: Pedagang Kerap Terjadi Pencurian Ikan di Pasar Tamrin Bontang, Neni: Perketat Pengawasan

Ia memastikan Pemkot akan bertindak tegas apabila masih ditemukan pedagang yang berjualan di luar area pasar setelah kebijakan diberlakukan.

“Kalau masih berjualan, nanti kami langsung tindak,” jelasnya.

Namun di sisi lain, rencana pemindahan tersebut menuai penolakan dari sebagian pedagang ayam dan ikan yang selama ini berjualan di luar gedung Pasar Tamrin.

Salah satunya Rosmiyati, pedagang ayam potong yang mengaku sudah bertahun-tahun berjualan di pinggir jalan dekat pintu masuk pasar.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved