Jumat, 8 Mei 2026

Berita Kutim Terkini

Nanas Batu Ampar Asal Kutai Timur Naik Kelas, Ada Sambal hingga Stik

Potensi agrobisnis di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, seolah tak ada habisnya untuk dikulik.

Tayang:
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Budi Susilo
HO/Pemkab Kutim
NANAS KUTAI TIMUR - Founder Stik Nanas Himba Lestari, Yaya Pujasari menyatakan, keberhasilan menembus pasar Sangatta hingga wilayah Kandolo, Teluk Pandan menjadi bukti nyata bahwa strategi hilirisasi produk pertanian di tingkat desa memang efektif meningkatkan taraf hidup masyarakat. (HO/Pemkab Kutim)  

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Potensi agrobisnis di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, seolah tak ada habisnya untuk dikulik.

Salah satu yang kini tengah mencuri perhatian adalah geliat hilirisasi buah nanas dari Desa Himba Lestari, Kecamatan Batu Ampar.

Selama ini, nanas dari Desa Himba Lestari mungkin hanya dikenal sebagai buah meja yang dijual segar.

Namun, di tangan dingin seorang pelaku UMKM kreatif bernama Yaya Pujasari, buah bersisik ini disulap menjadi produk kuliner kekinian yang bernilai ekonomis tinggi.

Baca juga: 2 Kecamatan di Kutai Timur jadi Andalan Produksi Nanas dan Kakao yang Disukai Pasar Eropa

Yaya membuktikan bahwa keterbatasan jarak dari desa ke kota bukan penghalang untuk menembus pasar yang lebih luas.

Melalui brand lokalnya, ia konsisten mengubah komoditas unggulan desa menjadi buah tangan yang dicari banyak orang.

Yaya mengaku, kunci utama agar produk desa tidak dipandang sebelah mata adalah keberanian dalam berinovasi rasa.

"Varian produk olahan nanas yang kami produksi cukup banyak, mulai dari stik nanas, dodol nanas, selai nanas, sari buah nanas, hingga sambal nanas," ungkapnya, Selasa (30/12/2025).

Inovasi yang paling unik tentu saja adalah sambal nanas. Jika biasanya nanas identik dengan rasa manis yang segar, Yaya berhasil mengolahnya menjadi perpaduan rasa gurih dan pedas yang menggugah selera. 

Terobosan inilah yang membuat produknya mulai dilirik oleh konsumen dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Menurutnya, diversifikasi produk sangat penting agar nanas tidak hanya dinikmati saat musim panen tiba, tetapi bisa dikonsumsi kapan saja dalam bentuk olahan dengan daya simpan yang lebih lama.

Kerja keras Yaya pun kini membuahkan hasil manis. Produk olahannya tidak lagi hanya berputar di pasar desa, melainkan sudah mejeng di rak-rak toko oleh-oleh di pusat perkotaan.

"Untuk jangkauan pemasaran, saat ini produk kami sudah tersedia di beberapa toko oleh-oleh di Sangatta dan sekitarnya," tuturnya lagi.

Keberhasilan Yaya menembus pasar Sangatta hingga wilayah Kandolo, Teluk Pandan menjadi bukti nyata bahwa strategi hilirisasi produk pertanian di tingkat desa memang efektif meningkatkan taraf hidup masyarakat. 

Ia tidak hanya menjual bahan mentah, tapi menjual kreativitas yang memiliki margin keuntungan lebih besar.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved