Kamis, 11 Juni 2026

Nasib Sepak Bola Kaltim 2026

Dosen Unmul Samarinda Minta Maksimalkan Pembinaan Usia Dini

Dahulu memang ada 4, Putra Samarinda (Pusam), PKT Bontang , Mitra Kukar,  Persiba Balikpapan ,  dan justru sekarang Borneo FC yang masih eksis

Tayang:
Penulis: Nevrianto | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM/Nevrianto
EKSIS -  Stadion Segiri Samarinda difoto November 2025. Dahulu memang ada 4, Putra Samarinda (Pusam), PKT Bontang , Mitra Kukar,  Persiba Balikpapan ,  dan justru sekarang Borneo FC yang masih eksis. (TribunKaltim.Co/Nevrianto Hardi Prasetyo) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penyebab 4 klub bola lokal yang pernah ada  Kaltim tumbang dan menyisakan Borneo FC di Super League.

Dahulu memang ada 4, Putra Samarinda (Pusam), PKT Bontang , Mitra Kukar,  Persiba Balikpapan ,  dan justru sekarang Borneo FC yang masih eksis.

Kalau  melihat ke masa lalu sebelum ada kebijakan atau klub klub harus berdiri sendiri dalam bentuk badan usaha atau PT maka dapat sokongan dana dari Pemerintah atau Perusahaan yang menaungi.

Tapi begitu diberlakukan regulasi klub tak diperkenankan menggunakan APBD, sejumlah klub mulai rontok satu persatu dan itu salah satu faktor.

Karena finansial menjadi vital diperlukan menyewa pemain, Kontrak  pelatih, pengelolaan stadion, bahkan secara menyeluruh mulai pembinaan usia dini, remaja Junior senior maupun sampai pada profesional.

Baca juga: Sejarah Klub Sepak Bola di Kota Bontang, dari Prestasi Apik PKT Bontang hingga Skandal Bontang FC

Itu bagian daripada faktor yang mempengaruhi prestasi sepak bola  di Kaltim mengalami penurunan drastis,"ungkap Dosen Olahraga FKIP Unmul, Dr. Jupri Bama, M.Pd., pada TribunKaltim.co, Rabu (7/1/2026)malam

Tinjau Ulang Kebijakan

Jupri Bama menerangkan, solusi strategi yang tak menunggu waktu lama guna mengembalikan reputasi yang pernah ada.

Pertama tentunya harus meninjau  ulang kebijakan harus agak longgar  karena mereka tersandung dengan sumber dana untuk membiayai klubnya.

Kedua memang harus dihidupkan kembali sepak bola dari usia dini semua kelompok usia harus berjalan kompetisinya syukur ada klub usia dini atau SSB yang masih bisa  bertahan tapi kelanjutannya nanti anak anaknitu mau kemana.

Jangan juga saat nanti  saat mereka tampil di kancah nasional tapi ternyata klubnya yang mewadahi sangat minim perlu pembinaan berkelanjutan secara kolaborasi

Intinya pemerintah sebisanya untuk kontribusi langsung ke sejumlah klub itu.

Ketiga  bagaimanapun juga event harus lebih diperbanyak supaya mereka bisa lebih banyak pengalaman tanding usia dini, remaja.

Supaya mereka bisa mengikuti event lebih bergengsi juga lebih ke level nasiona, maka mereka didaerah sudah mulai terbentuk secara perlahan.

"Memang sangat complicated tapi ada harapan untuk kembali bahkan bisa melebih karena zaman sekarang lebih digitalisasi.Sangat  banyak media yang bisa dimaksimalkan  upaya bisa  memberikan percepatan atau peningkatan  prestasi sepak bola di Kalimantan Timur,"jelasnya.

Solusi Potensial untuk permasalahan sepak bola di Kaltim maka Perlu kompetisi regional intensif buat grinding pemain muda, plus kolaborasi antar-kabupaten buat bikin akademi bareng.

Borneo FC bisa jadi motor regenerasi kalau pemerintah lokal kasih insentif venue dan dana.

Peran sekolah dan orang tua dalam pembinaan usia dini sepakbola Kaltim krusial banget buat bangun fondasi atlet muda, meski belum optimal karena tantangan lokal.

Kontribusi Sekolah-sekolah di Kaltim, terutama PAUD dan SD, mulai dukung olahraga lewat ekstrakurikuler sepakbola dasar dan kolaborasi dengan Dispora untuk turnamen U10-U12. Mereka fokus keseimbangan akademik dan skill motorik, tapi fasilitas lapangan sering jadi hambatan di daerah pinggiran.

Peran Orang Tua Orang tua berfungsi sebagai motivator utama, nemenin latihan, cari klub akademi, dan dukung mental anak supaya gak gampang nyerah. Komunikasi intens sama pelatih sekolah atau klub penting buat monitor progres, walau banyak yang masih ragu karena prioritas sekolah formal.

Sinergi Di Era Digitalisasi

Kolaborasi orang tua-sekolah-klub seperti Borneo FC academy bisa maksimalkan talenta, dengan orang tua jadi penyokong finansial dan sekolah sediakan waktu latihan terjadwal supaya Kaltim melahirkan bintang lagi.

Pertemuan Rutin Guru dan orang tua diadakan pertemuan bulanan buat diskusi dua arah soal perkembangan anak, mulai dari skill motorik sampe emosi. Ini membantu menyamakan persepsi dan cari solusi bareng, seperti  jadwal latihan bola yang gak ganggu belajar.

Media Digital Pakai WhatsApp group atau buku penghubung buat update harian progres anak, termasuk video latihan sederhana di lapangan sekolah.

Baca juga: Sepak Bola Kaltim 2026 di Mata Pengamat, Antara Klub Baru dan Mimpi Kebangkitan

Komunikasi harus jelas, sopan, dan hormati budaya lokal Kaltim biar orang tua nyaman berpartisipasi.

Pelatihan Bersama, Parenting education bareng guru ajarin teknik komunikasi positif dan empati, supaya orang tua paham cara dukung bakat olahraga anak tanpa tekanan berlebih. Sinergi ini kunci bangun atlet muda Kaltim yang seimbang. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved