Rabu, 20 Mei 2026

Ibu Kota Negara

Peran Lembaga Adat Paser, Mengawal Harmoni di Penyangga IKN Nusantara

Balutan busana adat berwarna hitam dengan ornamen khas Paser memenuhi ruangan Rumah Jabatan Walikota.

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH
LEMBAGA ADAT PASER - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Adat Paser (LAP) Kota Balikpapan resmi dilantik. Ketua Umum Dewan Lembaga Adat Paser Aji Sabri (depan, mengenakan selempang kuning) melakukan prosesi pelantikan dan penandatanganan simbolis, disaksikan para pengurus dan tokoh adat Paser di Aula Rumah Jabatan Walikota Balikpapan, Selasa (13/1/2026). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Balutan busana adat berwarna hitam dengan ornamen khas Paser memenuhi ruangan Rumah Jabatan Walikota Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (13/1/2026). 

Di barisan depan, para tetua adat berdiri tegak, sementara di belakangnya puluhan pengurus yang baru dilantik menatap lurus ke depan. 

Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Adat Paser (LAP) Kota Balikpapan ini dikukuhkan. 

Suasana terasa khidmat, bukan sekadar seremoni, melainkan peristiwa yang menyimpan makna lebih dalam tentang identitas, tanggung jawab, dan masa depan.

Baca juga: Usung Budaya ke IKN Nusantara, Ardita Palupi Tampilkan Busana Adat Amarasi di HUT ke 80 RI

Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Adat Paser (LAP) Kota Balikpapan menjadi penanda penting bagi eksistensi masyarakat adat Paser di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Di tengah pesatnya pembangunan dan arus urbanisasi, adat kembali ditegaskan sebagai fondasi yang tak boleh tergeser oleh zaman.

Ketua Umum Dewan Lembaga Adat Paser, Aji Sabri, memimpin langsung prosesi pelantikan.

Dengan selempang kuning tersemat di bahu, ia berjabat tangan dengan pengurus baru, sebuah simbol amanah yang kini berpindah, sekaligus pengingat bahwa adat bukan sekadar warisan, tetapi tanggung jawab yang harus dijaga bersama.

“Adat bukan benda mati. Ia hidup bersama masyarakatnya,” ujar Aji Sabri dalam sambutannya.

Adat di Tengah Kota yang Terus Bertumbuh

Balikpapan adalah kota dengan wajah yang majemuk. Beragam etnis, budaya, dan latar belakang hidup berdampingan, membentuk dinamika sosial yang terus bergerak. 

Dalam lanskap seperti itu, masyarakat Paser berada dalam posisi minoritas. Namun bagi Lembaga Adat Paser, jumlah bukanlah ukuran peran.

Justru dari posisi itulah, peran adat menjadi semakin penting sebagai penjaga harmoni, penyeimbang perbedaan, dan jembatan dialog antarkelompok.

Baca juga: KOJA Buat Heboh di Pawai Budaya Balikpapan, Beri Pohon hingga Penonton Pecah Rebutan Saweran

“Kami ingin Lembaga Adat Paser hadir sebagai mitra pemerintah dan masyarakat. Menjaga nilai budaya, tetapi juga merawat persatuan dan toleransi,” kata Aji Sabri.

Ia menegaskan, adat tidak boleh menjadi alat eksklusivitas. Sebaliknya, adat harus menjadi ruang kebijaksanaan, tempat nilai-nilai luhur diterjemahkan dalam kehidupan modern yang semakin kompleks.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara membawa perubahan besar bagi Kalimantan Timur. Wilayah yang selama ini tenang, kini menjadi pusat perhatian nasional. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved