Presiden Prabowo di Kaltim
Momen Prabowo Sapa Sultan Kutai, Adji Muhammad Arifin yang Viral, Sultan kok Ditaruh di Belakang?
Momen Prabowo sapa Sultan Kutai, Adji Muhammad Arifin yang jadi viral, Sultan kok ditaruh di belakang?
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Amalia Husnul A
Bermula dari Kerajaan bernama Kutai Martadipura yang ada sekitar 400 tahun Masehi.
Kerajaan Kutai Martadipura ini berlokasi di Muara Kaman, salah satu kecamatan di Kabupaten Kukar yang berjarak sekitar 133 km dari Samarinda, Ibukota Provinsi Kaltim.
Kerajaan Kutai Martadipura ini adalah kerajaan Hindu tertua.
Jejak Kerajaan Kutai Martadipura ini diketahui lewat penemuan prasasti-prasasti Yupa (batu bertulis dalam huruf Pallawa).
Ada empat prasasti Yupa yang menerangkan adanya sebuah peradaban bercorak Hindu – Budha di awal – awal milenium pertama, sedangkan pada saat yang sama sejumlah wilayah Nusantara masih diliputi kegelapan sejarah.
Raja pertama dan yang paling terkenal dari Kerajaan Kutai Martadipura adalah Raja Mulawarman Nala Dewa.
Kenaikan tahta dari Mulawarman ini dibuktikan dengan pemberian 20 ribu ekor sapi kepada brahmana yang mentasbihkan Mulawarman sebagai raja.
Namun, informasi lebih lanjut tentang Mulawarman sampai sekarang masih menjadi misteri.
Barulah pada abad ke-13, informasi tentang raja–raja Kutai mulai terungkap dari Naskah Salasilah Kutai yang memuat kronologi tentang raja–raja Kutai Martadipura.
Selanjutnya pada abad ke-14 di Muara Sungai Mahakam, tepatnya di Jahitan Layar, berdirilah sebuah kerajaan yang bernama Kutai Kertanagara.
Raja pertama Kerajaan Kutai Kartanagara adalah Adji Betara Agung Dewa Sakti, dan mempunyai permaisuri yang bernama Puteri Karang Melenu.
Pada masa ini, Islam telah muncul sebagai kekuatan politik di Kalimantan Timur, dan Islam masuk ke Kutai Kertanegara yakni pada masa raja Adji Mahkota pada tahun 1525 M, dan bergelar Adji Mahkota Mulia Islam.
Masuk dan berkembangnya Islam di Kutai tidak terlepas dari jasa dua ulama/mubaligh kenamaan yang bernama Syekh Abdul Qodir Khatib Tunggal yang bergelar Datuk Ri Bandang dan Datuk Ri Tiro yang bergelar Tuanku Tunggang Parangan.
Dalam beberapa buku sejarah dikatakan Datuk Ri Bandang adalah seorang ulama terkenal dari yang berasal Minang Kabau yang diutus oleh Sultan Aceh untuk menyebarkan agama Islam ke Nusantara Timur pada awal Abad ke 17.
Sekitar abad ke 17 semasa pemerintahan dipegang oleh Adji Pangeran Sinum Panji Mendapa, berhasil menaklukkan Kerajaan Kutai Martadipura yang di Muara Kaman yang saat itu diperintah oleh Raja Dermasetia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260113_Sultan-Kutai-Aji-Muhammad-Arifin-saat-peresmian-proyek-RDMP-Balikpapan_Prabowo.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260113_Sultan-Kutai-Aji-Muhammad-Arifin-saat-peresmian-proyek-RDMP-Balikpapan_Prabowo_2.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260113_peresmian-RDMP-Pertamina_kilang_Presiden-Prabowo-salami-Sultan-Kutai_2.jpg)