Senin, 8 Juni 2026

Presiden Prabowo di Kaltim

Momen Prabowo Sapa Sultan Kutai, Adji Muhammad Arifin yang Viral, Sultan kok Ditaruh di Belakang?

Momen Prabowo sapa Sultan Kutai, Adji Muhammad Arifin yang jadi viral, Sultan kok ditaruh di belakang?

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Amalia Husnul A
Momen Prabowo Sapa Sultan Kutai, Adji Muhammad Arifin yang Viral, Sultan kok Ditaruh di Belakang? - 20260113_Sultan-Kutai-Aji-Muhammad-Arifin-saat-peresmian-proyek-RDMP-Balikpapan_Prabowo.jpg
Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden
SULTAN KUTAI HADIR - Sultan Adji Muhammad Arifin, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura saat peresmian kilang proyek RDMP, di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin 12/1/2026). (Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden).
Momen Prabowo Sapa Sultan Kutai, Adji Muhammad Arifin yang Viral, Sultan kok Ditaruh di Belakang? - 20260113_Sultan-Kutai-Aji-Muhammad-Arifin-saat-peresmian-proyek-RDMP-Balikpapan_Prabowo_2.jpg
Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden
SULTAN KUTAI HADIR - Sultan Adji Muhammad Arifin, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura saat peresmian kilang proyek RDMP, di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin 12/1/2026). (Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden).
Momen Prabowo Sapa Sultan Kutai, Adji Muhammad Arifin yang Viral, Sultan kok Ditaruh di Belakang? - 20260113_peresmian-RDMP-Pertamina_kilang_Presiden-Prabowo-salami-Sultan-Kutai_2.jpg
Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden
SULTAN KUTAI HADIR - Presiden Prabowo Subianto menyalami Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin usai resmikan kilang Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (12/1/2026). (Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden).

Selanjutnya kedua kerajaan tersebut menyatu dan bernama Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura hingga saat ini.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sesungguhnya merupakan kelanjutan dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Pada tahun 1947, Kesultanan berubah statusnya menjadi pemerintahan negeri dengan nama Daerah Swapraja Kutai.

Pada tahun 1955 berubah lagi menjadi Daerah Istimewa Kutai (1953).

Pada tahun 1959, setelah pemisahan Kodya Balikpapan dan Samarinda, nama daerah ini berubah lagi menjadi Kabupaten Kutai.

Pada tahun 1999, terdapat pemekaran wilayah menjadi 3 Kabupaten (Kutai, Kutai Barat, Kutai Timur) dan 1 Kota  (Bontang), dan sejak 2002 Kabupaten Kutai berganti nama menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara.

Secara administratif, Kabupaten Kutai Kartanegara terbagi dalam 18 wilayah Kecamatan dan 238 desa/kelurahan dengan luas wilayah 27.263,10 km persegi dan luas perairan lebih dari 4.000 km persegi, daerah ini memiliki keanekaragaman sumber daya alam termasuk sektor pariwisata. 

Berbagai jenis obyek dan atraksi wisata terdapat di daerah ini mulai dari wisata alam (seperti pantai, danau, sungai, cagar alam dengan fauna langka), wisata budaya (Festival Erau, Museum Mulawarman, Kedaton, Desa Budaya, Situs Yupa  dan cagar budaya lainnya), wisata pendidikan (Planetarium Jagad Raya, Museum Kayu), wisata minat khusus (air terjun, goa, anggrek liar, canopy bridge, Borneo Orangutan Survival),  sampai pada wisata buatan (Pulau Kumala dan Waduk Panji-Sukarame).

(*)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved