Selasa, 21 April 2026

Jembatan Mahulu Ditabrak Ponton

Warga Samarinda Lega, Dapur Rumah yang Ditabrak Tongkang Akhirnya Diganti Penuh Perusahaan

Korban tongkang di bantaran Mahakam mulai bernapas lega setelah dapur dan perabot rumah diganti penuh oleh perusahaan

|
TRIBUN KALTIM/Mohammad Fairoussaniy
GANTI RUGI - Dapur rumah warga yang tersapu kapal tongkang bermuatan batubara pada Minggu 4 Januari 2026 lalu, sudah dilakukan penggantian dan kini dalam tahap perbaikan. Tampak Ketua RT 17 Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Setya Budi saat memperlihatkan lokasi dapur rumah warganya yang terlibat insiden, Sabtu (17/1/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

Ringkasan Berita:
  • Dapur rumah Ribut Waluyo rusak akibat tongkang batubara dan kini mulai dibangun kembali.
  • Perusahaan pemilik tongkang mengganti penuh perabot dan kerugian warga terdampak.
  • Warga berharap penataan tambat dan manuver tongkang diperketat demi keselamatan.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ribut Waluyo warga Jalan Cipto Mangunkusumo, RT 17 Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang dapur rumah dan perabotannya tersapu kapal tongkang batubara kini bernapas lega.

Minggu, 4 Januari 2026 lalu saat ditemui Tribunkaltim.co, ia bersama 5 orang anggota keluarga lainnya hanya berharap dapur dan perabotannya diganti pasca disapu kapal tongkang yang juga mengalami insiden di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu).

Lokasi dapur rumah Ribut sendiri terletak di bantaran sungai Mahakam berjarak 500 meter dari Jembatan Mahulu, kini mulai dibangun perlahan pasca insiden.

Bagian dapur rumah yang rusak parah sekarang di tahap pengerjaan awal.

Sejumlah bahan bangunan juga dipasang, termasuk pondasi baru pada bagian dapur, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: Uji Beban Jembatan Mahulu Sempat Hentikan Arus Logistik Samarinda, Sopir Truk Menunggu hingga 3 Jam

Pihak perusahaan pemilik tongkang, kata Ribut, sudah bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang terjadi.

Tak hanya perbaikan dapur saja, perusahaan mengganti seluruh perkakas dapur berikut peralatan rumah tangga yang juga ikut tersapu kapal tongkang.

“Ya kan ada kompor, kulkas, mesin cuci, sampai perkakas dapur semuanya diganti, Alhamdulillah yang penting tidak ada korban,” kata Ribut saat ditemui di rumahnya.

Ganti Rugi Dilakukan Bertahap

Proses penyelesaian tahapan ganti rugi diterangkan Ribut, dilakukan secara bertahap.

Tepatnya pada Senin (12/1/2026) lalu, pihak perusahaan melakukan pembayaran kepada warga yang terdampak.

Baca juga: Satlantas Polresta Samarinda Sebut Arus Lalu lintas di Jalur Jembatan Mahulu Kembali Dibuka

Di hari–hari berikutnya, baru lah pembelian bahan-bahan bangunan, disusul pengerjaan dapur rumah mulai berjalan.

“Kita berharap memang ada penggantian, tapi semoga tidak terjadi lagi yang seperti kemarin itu,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua RT 17 Loa Janan Ilir, Setya Budi mengatakan bahwa bukan hanya Ribut, ada pula kerugian juga dialami warganya yang lain di sekitar lokasi insiden.

Kerusakan yang terjadi ialah sejumlah fasilitas warga yang berada di bantaran Sungai Mahakam.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved