Berita Kutim Terkini
Kenali 6 Gejala Super Flu yang Diwaspadai Dinkes Kutai Timur
Dinkes Kutim menyoroti enam gejala super flu, mulai demam tinggi di atas 38,5°C hingga badan sangat lemas.
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Enam gejala super flu kini menjadi fokus kewaspadaan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur, meski hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus di wilayah tersebut.
Gejala yang mirip flu biasa namun dengan keluhan lebih berat itu dinilai perlu dikenali sejak dini agar masyarakat tidak lengah.
Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan informasi super flu secara nasional dan siap menyampaikan kepada publik jika ditemukan kasus di Kutim.
"Belum ada laporan. Kalau nanti memang ada informasi atau laporan terkait kasus super flu, tentu akan kami sampaikan," ujar Yuwana, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Belum Ada Kasus Super Flu di Kutim, Dinkes Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat
Yuwana menjelaskan, enam gejala super flu yang perlu diwaspadai masyarakat meliputi demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius, batuk kering, nyeri otot dan sendi, badan terasa sangat lemas, sakit tenggorokan, serta sakit kepala.
Meski tampak serupa flu musiman, intensitas keluhan disebut bisa lebih berat dan melemahkan kondisi tubuh.
Super flu diketahui menyebar melalui udara, terutama dari percikan air liur saat penderita batuk atau bersin.
Karena itu, Dinkes Kutim mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang memiliki mobilitas tinggi atau baru bepergian dari luar daerah maupun luar negeri.
Baca juga: Isu Super Flu Merebak, Dinkes Klaim Belum Ada Lonjakan Kasus di Samarinda
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kutim menganjurkan penerapan pola hidup sehat, mulai dari konsumsi makanan bergizi seperti sayur dan buah, mencukupi kebutuhan vitamin, hingga menjaga daya tahan tubuh.
Penggunaan masker juga dinilai masih relevan sebagai upaya meminimalkan risiko penularan.
"Kita harus tetap waspada dan menjaga kesehatan," tegas Yuwana.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga Desember 2025 tercatat 62 kasus super flu di Indonesia, dengan kasus pertama terdeteksi pada Agustus 2025 dan telah menyebar di sejumlah wilayah.
Dinkes Kutim mengimbau masyarakat tidak panik, namun segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada super flu. (*)
| Program Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kutim, Sasar 4 Desa di Kecamatan Sandaran |
|
|---|
| Data 10 Ribu Anak Tidak Sekolah di Kutim Divalidasi Ulang, Pemkab Gandeng PKK hingga Ketua RT |
|
|---|
| Pemkab dan DPRD Kutim Sahkan Perda Rencana Pembangunan Industri 2025-2044, Pacu Hilirisasi |
|
|---|
| Kepala Disperindag Kutim Respons soal Kelangkapan BBM Jenis Pertamax, Distribusi ke Daerah Tersendat |
|
|---|
| Ancam Keuangan Daerah, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Curhat ke Wamendagri soal Pemangkasan TKD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260105_ilustrasi-super-flu.jpg)