Kasus Pembunuhan di Muara Kate
4 Kesaksian yang Terungkap dalam Sidang Pembunuhan di Muara Kate, Ini Perjalanan Kasusnya
4 poin yang terungkap dalam sidang pembunuhan di Muara Kate, ini perjalanan kasusnya, Senin (19/1/2026).
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Rita Noor Shobah
Ringkasan Berita:
- Sidang keenam kasus Muara Kate menghadirkan empat saksi utama, Senin (19/1/2026).
- Kesaksian mengungkap adanya dugaan pelanggaran prosedur, termasuk paksaan terhadap saksi, tawaran uang dari perusahaan, serta perubahan narasi dalam BAP.
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Sidang keenam perkara pembunuhan warga Dusun Muara Kate, Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanah Grogot, Senin (19/1/2026).
Korban dalam kasus ini adalah Russel meninggal dunia dan Anson luka berat.
Sidang kali ini adalah pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Tim Advokasi Muara Kate, Windy Pranata, menyebut empat saksi hadir dengan pendampingan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Mereka adalah Yusuf Dim (pemilik rumah sekaligus posko warga), Riki (saksi TKP), Rusliana (istri Anson), dan Ella Fitria (anak Anson).
Baca juga: Sidang Lanjutan Kasus Muara Kate Paser, Saksi Ungkap Dugaan Tekanan saat Penyidikan
"Keempatnya hadir dengan pendampingan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Pemeriksaan pertama dilakukan terhadap Yusuf Dim dan Riki," terang Windy kepada Tribunkaltim.co, Selasa (20/1/2026).
Dalam kesaksiannya, Riki mengungkapkan bahwa saat kejadian ia dibangunkan oleh Joshua yang memberitahukan bahwa Anson dan Russel terkena tembakan.
Dalam kasus ini, Russel meninggal dunia. Sedangkan Anson terluka. Ia dirawat dan selamat.
Namun menurut tim advokasi, Anson tak pernah menceritakan kepada keluarganya siapa pelaku yang menembak dirinya dan Russel.
Pernyataan Para Saksi
Riki yang sedang tertidur dibangunkan oleh Joshua yang memberitahukan bahwa Anson dan Russel terkena tembakan.
"Saat itu, Riki sedang tidur di kamar dapur. Ia kemudian menghubungi ayahnya, Yusuf Dim, yang sedang berada di Tanjung Tabalong untuk berobat," tambahnya.
Riki juga menyampaikan bahwa Anson sempat meminta baju untuk menutupi luka tembaknya.
Dalam kondisi terluka, Anson bahkan meminta kepada MT agar dilakukan ritual adat "tawar darah".
Dalam persidangan, Riki juga menyebut adanya ketegangan antara Anson dan MT (terdakwa), yang dipicu oleh peringatan MT agar Anson menjaga jarak dengan anak angkatnya yang merupakan anggota kepolisian.
Ketegangan semakin meningkat setelah kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Muara Kate.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260120_KASUS-MUARA-KATE-sidang-lagi.jpg)