Selasa, 19 Mei 2026

Berita Berau Terkini

Disdik Berau Soroti Dampak Media Sosial terhadap Konflik Guru dan Murid

Disdik Berau menilai perubahan zaman dan media sosial memicu dinamika baru hubungan guru dan murid di sekolah

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
DAMPAK MEDIA SOSIAL - Ilustrasi Pelajar yang ikut serta dalam lomba Cerdas Cermat Lingkungan di Gedung Awa Mangkuruku, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Disdik Berau menilai perubahan zaman dan media sosial memicu dinamika baru hubungan guru dan murid di sekolah. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

Ringkasan Berita:
  • Perubahan zaman dan media sosial memengaruhi karakter dan pola komunikasi siswa.
  • Guru dituntut adaptif dan membangun komunikasi efektif untuk mencegah konflik.
  • Disdik Berau memperkuat pendidikan karakter dan kolaborasi lintas sektor.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pendidikan Berau menghadapi tantangan baru seiring perubahan zaman yang cepat dan masifnya pengaruh media sosial. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap dinamika hubungan antara guru dan murid di lingkungan sekolah.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisa. Apalagi, pengaruh itu banyak menyebabkan konflik antara pengajar dan murid.

Ia  mengatakan, konflik antara murid dan guru tidak boleh dipandang sepele. Perubahan zaman yang cepat, ditambah pengaruh media digital, membuat karakter siswa kini jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Jika tidak diimbangi dengan pendekatan yang tepat, kondisi ini dikhawatirkan dapat menjadi konflik tersebdiri di lingkungan sekolah.

“Setiap guru harus terus belajar dan memahami karakter muridnya," ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (27/1/2025).

Baca juga: KUHP Baru Berlaku, Polres Berau Sementara Tak Tampilkan Wajah Tersangka ke Publik

Tak hanya itu, guru dituntut adaptif, mampu menyesuaikan diri dengan sifat, kondisi psikologis siswa, lingkungan sekolah, hingga lingkungan tempat tinggal mereka.

Menurutnya, sikap adaptif bukan hanya tuntutan profesionalisme, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara (ASN). Untuk itu dia menekankan, para guru dapat membangun komunikasi yang baik antara guru dan siswa.

“Komunikasi itu bukan hanya soal kata-kata, tapi juga cara bersikap dan berperilaku. Cara kita memperlakukan anak-anak itu juga bentuk komunikasi,” paparnya.

Selain pendekatan komunikasi, Dinas Pendidikan juga mendorong penguatan pendidikan karakter di sekolah. Salah satu cara yang dinilai efektif adalah melalui pembiasaan nilai-nilai keagamaan dan moral, yang diterapkan sesuai dengan keyakinan masing-masing peserta didik.

“Banyak sekolah sudah menerapkan pembiasaan seperti sholat dhuha. Itu bukan semata pelajaran agama, tapi bagian dari pembentukan karakter," paparnya.

Baca juga: Suplier Dapur MBG Berau Bakal Dibekali Pelatihan Keamanan Pangan, Simak Detailnya

Ia menambahkan, untuk siswa non-muslim, pendekatan pembiasaan nilai moral dan karakter tetap dilakukan dengan cara yang sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Terkait kasus guru yang berhadapan dengan hukum akibat tindakan disiplin terhadap siswa, Dinas Pendidikan Berau menyebutkan sejauh ini belum ada kasus serupa terjadi di daerah tersebut.

Namun demikian, langkah pencegahan terus dilakukan melalui pembinaan dan imbauan kepada guru agar mengedepankan komunikasi sebelum mengambil tindakan tegas.

“Pencegahan itu penting. Kita antisipasi sejak awal agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi masalah besar,” katanya.

Ia juga menyoroti isu perundungan (bullying) di sekolah, serta dugaan adanya oknum guru yang memvideo siswi saat sedang praktek yang mengarah pada tindak asusila.

Baca juga: Alasan Warga Berau Gemari Ikan Layang, Kini Harganya Melayang Tinggi Tetap Ludes Dibeli

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved