Berita Penajam Terkini
Harga Emas Naik, Warga Penajam Pilih Simpan sebagai Tabungan Jangka Panjang
Meski harga emas melonjak, warga Penajam memilih menyimpan emas sebagai tabungan aman, bukan menjualnya demi untung cepat
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Harga emas naik menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Namun, kenaikan tersebut tidak selalu mendorong pemilik emas untuk menjual.
Di Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur sebagian warga justru mempertahankan emas sebagai tabungan jangka panjang, bukan instrumen spekulasi jangka pendek.
Sikap ini menunjukkan bahwa investasi emas bagi sebagian masyarakat lebih dimaknai sebagai perlindungan nilai dan cadangan keuangan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.
Siti Aisyah, warga Penajam, menjadi contoh pelaku investasi emas yang konsisten. Ia mengaku mulai membeli emas murni sejak harga sekitar Rp800 ribu per gram.
Pembelian dilakukan secara bertahap melalui skema cicilan di Pegadaian, menyesuaikan kemampuan keuangan.
Baca juga: Polres PPU Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri, Fokus Antisipasi Lonjakan Lalu Lintas
“Dulu awal beli pas harganya masih sekitar Rp800 ribu per gram. Saya cicil di Pegadaian,” kata Siti Aisyah saat ditemui TribunKaltim.co, Senin (2/2/2026).
Ketika harga emas terus merangkak naik hingga menyentuh Rp1,3 juta per gram, ia tetap melanjutkan pembelian.
Menurutnya, emas dibeli bukan untuk tujuan jual cepat, melainkan disimpan sebagai bentuk tabungan.
“Walaupun sudah naik, saya tetap beli. Ini memang untuk investasi disimpan,” ujarnya.
Saat ini, Siti Aisyah mengaku telah mengumpulkan emas murni dalam jumlah puluhan gram, belum termasuk perhiasan yang digunakan sehari-hari.
Baca juga: Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Hari Ini, Harga Perak Terkoreksi, Pengamat Ungkap Faktor Utamanya
Emas tersebut disimpannya sebagai cadangan keuangan, yang bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan.
“Syukur ada puluhan gram, belum termasuk emas yang dipakai jalan,” katanya.
Ia menegaskan tidak tertarik menjual emas meski harganya sedang tinggi.
Baginya, emas adalah aset yang bisa dilepas hanya ketika ada kebutuhan mendesak.
“Saya beli bukan karena mau untung besar. Ini untuk disimpan saja. Kalau suatu saat ada kebutuhan mendesak, baru dijual,” tuturnya.
Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini 2 Februari 2026, Daftar Harga Emas 3 Merek Utama, Tembus Rp 1 M
Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga emas tidak selalu direspons dengan aksi jual.
Bagi sebagian warga, emas tetap dipandang sebagai instrumen simpanan, yang aman dan bernilai jangka panjang. (*)
| Darurat Bullying Anak, Polisi Turun ke Sekolah, Siswa SD di PPU Diajak Lawan Perundungan |
|
|---|
| Gelapkan Rp2,4 Miliar, Pengelola Hotel Penajam Suite Divonis 5,5 Tahun Penjara |
|
|---|
| PPU Kembangkan Padi Amfibi Gamagora 7, Varietas UGM Tahan Lahan Kering dan Basah |
|
|---|
| Sekda PPU Soroti Disiplin Dokter RSUD RAPB dalam Evaluasi Program JKN |
|
|---|
| Tak Perlu Jauh Lagi, Warga Maridan Sepaku Kini Punya Klinik Pratama St Borromeus, Intip Fasilitasnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260202_Pegadaian-Emas-PPU.jpg)