Berita Penajam Terkini
PPU Kembangkan Padi Amfibi Gamagora 7, Varietas UGM Tahan Lahan Kering dan Basah
Desa Sidorejo PPU mulai menguji padi Gamagora 7, varietas unggul UGM yang tahan lahan basah dan kering
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mulai menguji varietas padi unggul Gamagora 7 yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Varietas ini menarik perhatian karena mampu tumbuh di lahan basah maupun lahan kering tadah hujan, kondisi yang selama ini menjadi tantangan bagi sebagian petani di PPU.
Uji coba dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten PPU, UGM, dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA).
Berbeda dengan varietas padi pada umumnya, Gamagora 7 dikenal sebagai “padi amfibi” karena mampu beradaptasi di berbagai kondisi lahan.
Selain tahan terhadap hama dan sejumlah penyakit tanaman, masa panennya juga relatif singkat, sekitar 104 hingga 119 hari.
Baca juga: Sekda PPU Soroti Disiplin Dokter RSUD RAPB dalam Evaluasi Program JKN
Diharapkan Bantu Petani Saat Musim Kering
Ketua KAGAMA Kaltim, Laku Faudzul Idhi, mengatakan varietas tersebut dipilih karena dinilai cocok dengan kondisi iklim dan tanah di wilayah PPU yang sebagian besar mengandalkan curah hujan.
“Petani di Sidorejo butuh varietas yang adaptif. Kami tidak hanya datang untuk uji coba, tetapi juga mendampingi sampai pascapanen agar hasilnya benar-benar bisa dirasakan petani,” ungkapnya, Selasa (19/5/2026).
Desa Sidorejo sendiri dikenal sebagai salah satu desa agrobisnis di PPU. Sekitar 70 persen warganya bekerja di sektor pertanian.
Desa ini juga memiliki lahan pertanian produktif sekitar 318 hektare yang dikelola melalui tim Brigade Pangan.
Bagi petani, persoalan utama selama ini bukan hanya hasil panen, tetapi juga ketahanan tanaman saat musim kering.
Baca juga: Bupati PPU Mudyat Noor Bocorkan Cara Jaga Harga Sembako Tetap Stabil
Karena itu, kehadiran Gamagora 7 dinilai memberi harapan baru untuk menjaga produksi tetap stabil.
Perkuat Ketahanan Pangan Penyangga IKN
Pemerintah Kabupaten PPU menyebut pengembangan varietas unggul menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan, terutama karena wilayah PPU kini menjadi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dengan meningkatnya kebutuhan pangan di kawasan sekitar IKN, pemerintah daerah berupaya memastikan sektor pertanian tetap produktif dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Desa Sidorejo, Darisugi, berharap uji coba tersebut bisa membuka peluang peningkatan hasil panen petani di desanya.
| Tak Perlu Jauh Lagi, Warga Maridan Sepaku Kini Punya Klinik Pratama St Borromeus, Intip Fasilitasnya |
|
|---|
| Bupati PPU Mudyat Noor Bocorkan Cara Jaga Harga Sembako Tetap Stabil |
|
|---|
| Babulu Musim Panen Jagung, Pasokan Pangan Warga PPU dan Ternak Terjaga |
|
|---|
| Panen Jagung Babulu PPU Tembus Bulog, Petani dan Polisi Perkuat Cadangan Pangan |
|
|---|
| Pemkab PPU Dukung Penuh Koperasi Merah Putih, Tohar: Bisa Buka Lapangan Kerja Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260519_Desa-Sidorejo-Kecamatan-Penajam-Kabupaten-Penajam-Paser-Utara-Sawah-Padi-Kagama.jpg)