Selasa, 19 Mei 2026

Berita Penajam Terkini

PPU Kembangkan Padi Amfibi Gamagora 7, Varietas UGM Tahan Lahan Kering dan Basah

Desa Sidorejo PPU mulai menguji padi Gamagora 7, varietas unggul UGM yang tahan lahan basah dan kering

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/Nita Rahayu
UJI PADI UNGGUL - Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mulai menguji varietas padi unggul Gamagora 7 yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM). Varietas padi amfibi ini dinilai mampu tumbuh di lahan basah maupun lahan kering tadah hujan. (TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU) 

Ringkasan Berita:
  • Desa Sidorejo PPU menguji varietas padi unggul Gamagora 7 dari UGM.
  • Padi amfibi ini mampu tumbuh di lahan basah maupun tadah hujan dengan panen relatif cepat.
  • Pemkab PPU menilai varietas unggul penting untuk mendukung ketahanan pangan daerah penyangga IKN.

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mulai menguji varietas padi unggul Gamagora 7 yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Varietas ini menarik perhatian karena mampu tumbuh di lahan basah maupun lahan kering tadah hujan, kondisi yang selama ini menjadi tantangan bagi sebagian petani di PPU.

Uji coba dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten PPU, UGM, dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA).

Berbeda dengan varietas padi pada umumnya, Gamagora 7 dikenal sebagai “padi amfibi” karena mampu beradaptasi di berbagai kondisi lahan.

Selain tahan terhadap hama dan sejumlah penyakit tanaman, masa panennya juga relatif singkat, sekitar 104 hingga 119 hari.

Baca juga: Sekda PPU Soroti Disiplin Dokter RSUD RAPB dalam Evaluasi Program JKN

Diharapkan Bantu Petani Saat Musim Kering

Ketua KAGAMA Kaltim, Laku Faudzul Idhi, mengatakan varietas tersebut dipilih karena dinilai cocok dengan kondisi iklim dan tanah di wilayah PPU yang sebagian besar mengandalkan curah hujan.

“Petani di Sidorejo butuh varietas yang adaptif. Kami tidak hanya datang untuk uji coba, tetapi juga mendampingi sampai pascapanen agar hasilnya benar-benar bisa dirasakan petani,” ungkapnya, Selasa (19/5/2026).

Desa Sidorejo sendiri dikenal sebagai salah satu desa agrobisnis di PPU. Sekitar 70 persen warganya bekerja di sektor pertanian.

Desa ini juga memiliki lahan pertanian produktif sekitar 318 hektare yang dikelola melalui tim Brigade Pangan.

Bagi petani, persoalan utama selama ini bukan hanya hasil panen, tetapi juga ketahanan tanaman saat musim kering.

Baca juga: Bupati PPU Mudyat Noor Bocorkan Cara Jaga Harga Sembako Tetap Stabil

Karena itu, kehadiran Gamagora 7 dinilai memberi harapan baru untuk menjaga produksi tetap stabil.

Perkuat Ketahanan Pangan Penyangga IKN

Pemerintah Kabupaten PPU menyebut pengembangan varietas unggul menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan, terutama karena wilayah PPU kini menjadi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dengan meningkatnya kebutuhan pangan di kawasan sekitar IKN, pemerintah daerah berupaya memastikan sektor pertanian tetap produktif dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Desa Sidorejo, Darisugi, berharap uji coba tersebut bisa membuka peluang peningkatan hasil panen petani di desanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved