Rabu, 10 Juni 2026

Berita Paser Terkini

Dinas Perikanan Paser Dampingi BUMDes Optimalkan Keramba Jaring Apung

Dinas Perikanan Paser dampingi BUMDes Subaru Apik optimalkan Keramba Jaring Apung.

Tayang:
HO/DINAS PERIKANAN PASER
BUDIDAYA PERIKANAN - Tim teknis dari Dinas Perikanan Kabupaten Paser saat meninjau Keramba Jaring Apung (KJA) BUMDes Subaru Apik di Desa Suliliran Baru, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (3/2/2026). Dinas Perikanan Kabupaten Paser beri pendampingan teknis kepada pelaku usaha lokal. (HO/DINAS PERIKANAN PASER) 
Ringkasan Berita:
  • Pendampingan teknis Dinas Perikanan targetkan optimalisasi KJA BUMDes Subaru Apik di Desa Suliliran Baru.
  • Pelatihan fermentasi pakan EM4 membantu meningkatkan nutrisi ikan dan mempercepat pertumbuhan.
  • Inovasi ini juga menjaga ekosistem waduk, menekan kadar amonia dan risiko keracunan ikan.

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Dinas Perikanan Kabupaten Paser terus memperkuat sektor perikanan budidaya melalui pendampingan teknis kepada pelaku usaha lokal.

Salah satu fokusnya adalah mengoptimalkan produktivitas Keramba Jaring Apung (KJA) yang dikelola oleh BUMDes Subaru Apik di Desa Suliliran Baru, Kecamatan Paser Belengkong, Kalimantan Timur.

Kabid Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Paser, Dadang Suherman, menekankan pentingnya pembinaan ini sebagai langkah strategis daerah dalam menjaga ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.

Baca juga: Dinas Perikanan Paser Terbitkan 92 Dokumen Kapal Nelayan

"Pembinaan ini adalah bentuk dukungan nyata kami. Perikanan budidaya air tawar harus dikelola dengan baik agar mampu memberikan hasil maksimal. Kami berkewajiban membina pelaku usaha supaya pengelolaan keramba berjalan optimal," terang Dadang di Tanah Grogot, Rabu (4/2/2026).

Pendampingan teknis yang dilakukan tidak hanya sebatas monitoring rutin, tetapi juga melibatkan pelatihan khusus bagi pengelola KJA.

"Jadi tim teknis dari Dinas Perikanan memberikan pembekalan kepada pengelola KLA mengenai teknis fermentasi pakan dengan memanfaatkan probiotik EM4," ungkapnya.

Baca juga: Dinas Perikanan Paser Lirik Desa Lori dan Muara Pasir untuk Dibangun Tempat Pelelangan Ikan 

Salah satu anggota tim teknis, Ismujioni, menjelaskan bahwa inovasi fermentasi pakan bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi sehingga lebih mudah diserap oleh ikan.

Hal ini diyakini mampu mempercepat pertumbuhan sekaligus meningkatkan hasil panen. Selain meningkatkan gizi ikan, teknik fermentasi juga berdampak positif terhadap ekosistem waduk.

"Penggunaan EM4 membantu menjaga kualitas air karena mampu menguraikan kotoran ikan secara alami. Dengan begitu, kadar amonia yang berpotensi menimbulkan keracunan dapat ditekan," jelas Ismujioni. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved