Berita Balikpapan Terkini
Armada Bacitra di Balikpapan Bakal Ditambah, 3 Rute Baru Sudah Diusulkan Dishub
Rencana kerja 2026 menjadi fokus pembahasan Komisi III DPRD Balikpapan bersama Dishub dalam RDP, Kamis (5/2/2026).
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Rita Noor Shobah
Ringkasan Berita:
- Komisi III DPRD Balikpapan bersama Dishub membahas rencana kerja 2026.
- Fokus Renja 2026 pada transportasi publik, logistik, dan budaya berlalu lintas.
- Budaya lalu lintas tanpa klakson ditegaskan sebagai identitas Balikpapan, untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban berkendara di wilayah perkotaan.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Rencana kerja tahun 2026 menjadi fokus pembahasan Komisi III DPRD Balikpapan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dalam rapat dengar pendapat (RDP).
RDP adalah forum resmi antara legislatif dan eksekutif untuk menyelaraskan program kerja, sekaligus mengevaluasi kebutuhan strategis kota.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda penting dibahas, mulai dari penguatan transportasi publik, penataan logistik, hingga pembenahan budaya berlalu lintas.
Baca juga: Masih Gratis hingga 2027, Dishub Balikpapan Siapkan Skema Pengalihan Pembiayaan Bacitra
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menegaskan bahwa beberapa program Dishub perlu segera direalisasikan.
Penambahan Armada Bacitra
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menekankan penguatan transportasi massal melalui penambahan armada Balikpapan City Trans (Bacitra).
Dari 19 unit yang beroperasi saat ini, rencananya akan ditambah 5 unit lagi sehingga total menjadi 24 unit.
“Untuk Bacitra, dari 19 unit armada yang ada saat ini, akan ditambah lima unit lagi sehingga totalnya menjadi 24 unit,” jelas Yusri, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Tarif Bacitra Masih Gratis, Dishub Balikpapan Pastikan Keberlanjutan Layanan yang Terjangkau
PJU Diprioritaskan
Selain itu, perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di berbagai titik kota juga menjadi prioritas untuk meningkatkan keamanan warga.
Depo Kontainer untuk Logistik Kota
Agenda lain yang menjadi perhatian adalah pembangunan depo kontainer.
Depo ini berfungsi sebagai pusat logistik untuk menyimpan, mengelola, dan merawat kontainer kosong, sehingga distribusi barang di Balikpapan lebih efisien.
Yusri mengungkapkan bahwa rencana pembangunan depo kontainer sebenarnya telah diusulkan sejak 15 tahun lalu, namun belum terealisasi.
“Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Bapak Muhammad Fadli selaku Kepala Dishub saat ini, rencana pembangunan depo kontainer dapat segera terwujud,” ujarnya.
Baca juga: QRIS Bakal jadi Alat Pembayaran Angkutan Bus Bacitra, BI Balikpapan Tunggu Penetapan Tarif
Budaya Lalu Lintas Minimal Klakson
Selain infrastruktur, DPRD juga menekankan pentingnya menjaga budaya khas Balikpapan sebagai kota tanpa klakson.
Konsep ini berarti pengendara diimbau tidak menggunakan klakson secara berlebihan, demi menciptakan kenyamanan dan ketertiban lalu lintas.
“Kenyamanan berlalu lintas harus bisa dirasakan seluruh warga kota Balikpapan,” tegas Yusri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250425_Bus-Bacitra-Balikpapan-2025.jpg)