Rabu, 3 Juni 2026

Berita Kubar Terkini

Dishub Kubar Belum Bisa Pastikan Kapan Kapal Kubar-Samarinda Beroperasi Lagi

Kapal penumpang dan distribusi barang rute Kutai Barat (Kubar) - Samarinda belum beroperasi

Tayang:
Penulis: Febriawan | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON/Gregorius Agung Salmon
KAPAL SUNGAI MAHAKAM - Kapal-kapal angkutan Sungai Mahakam yang menempuh rute Samarinda-Kubar-Mahulu sandar di Dermaga Sungai Kunjang, Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Dishub Kubar belum bisa pastikan kapan Kubar-Samarinda beroperasi lagi. (TribunKaltim.co/Gregorius Agung Salmon) 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Sampai hari ini, Kamis (5/2/2026). Kapal penumpang dan distribusi barang rute Kutai Barat (Kubar) - Samarinda belum beroperasi.

Dan belum diketahui jelas, kapan kapal tersebut akan beroperaai kembali. 

Dimana kapal berhenti beroperasi semenjak 22 Januari 2026.

Hal ini diakibatkan pasokan BBM bersubsidi dihentikan.

Kini para pengusaha kapal menunggu terbitnya rekomendasi dari BPH Migas. 

Baca juga: Warga Kubar Senang Jalan Rusak Muara Lawa-Bentian Besar Diperbaiki: Mobil Sering Mundur

Kepala UPT Pelabuhan Melak Kutai Barat(Kubar) Yunus Parwito, pukul 16.00 sore tadi. Menuturkan sampai hari ini belum ada tanda-tanda beroperasinya kembali kapal tersebut

"Kami belum bisa menentukan sampai kapan angkutan Kapal ini stop operasi," tegas Yunus. 

Sebab lanjut Yunus hingga hari ini pihak pelabuhan belum menerima laporan dari pemilik kapal akan beroperasi kembali 

Dimana kapal penumpang dan distribusi barang rute Kubar-Samarinda. Saat ini masih sandar di Samarinda. Untuk saat ini, transportasi penumpang hanya dilayani oleh speedboat. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak demaga di Samarinda. Informasi hingga hari ini, tadi pagi. Kapal belum ada yang berangkat," ujarnya

"Kalau kapal penumpang masih ada, tapi hanya untuk speedboat. Untuk kapal besar atau distribusi barang belum ada jadwal," terangnya. 

Tambahnya, berhentinya kapal beroperasi bukan hanya berdampak pada harga sembako yang melonjak tinggi. Akan tetapi para pekerja pelabuhan harus berhenti bekerja. 

"Masyarakat yang bekerja di pelabuhan terpaksa harus menganggur dulu. Kan bongkar muat tidak ada," ungkapnya. (*). 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved