Sabtu, 23 Mei 2026

Ibu Kota Negara

Botol Jadi Emas di IKN, Ini Caranya Agar Sampah Plastik Berubah Jadi Tabungan

Sampah plastik di IKN kini dipilah dan ditukar poin. Nilainya bisa jadi tabungan emas hingga saldo digital untuk dorong kebiasaan ramah lingkungan

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Amelia Mutia Rachmah
HO OIKN
SAMPAH JADI EMAS - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar rangkaian kegiatan peningkatan kesadaran memilah sampah di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Jumat (6/2/2026). (HO/OIKN) 
Ringkasan Berita:
  • Sampah plastik di IKN mulai dipilah dan ditukar poin melalui bank sampah dan mesin RVM.
  • Poin dapat dikonversi menjadi tabungan emas Pegadaian atau saldo uang elektronik.
  • Skema masih terbatas, namun diharapkan membangun kebiasaan pengelolaan sampah berkelanjutan.

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pengelolaan sampah plastik di IKN mulai mengarah pada sistem insentif berbasis poin dan tabungan sebagai upaya membangun budaya ramah lingkungan sejak dini. 

Di sejumlah titik perkantoran dan area kegiatan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), botol dan kemasan plastik kini tidak lagi langsung dibuang, melainkan dipilah, dikumpulkan, dan ditukar menjadi poin bernilai ekonomi.

Skema ini memungkinkan plastik yang telah dipisahkan untuk disetor ke bank sampah.

Nilai dari sampah tersebut kemudian dicatat sebagai poin yang dapat dikonversi menjadi tabungan emas di Pegadaian maupun saldo uang elektronik.

Program tersebut masih berjalan secara terbatas di lingkungan tertentu di kawasan IKN dan disesuaikan dengan kesiapan fasilitas serta aktivitas di area tersebut.

Baca juga: Sat Polairud Polres PPU Bersihkan Pantai Nipah-Nipah, Tindak Lanjut Arahan Presiden Jaga Lingkungan

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan bahwa pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan langkah paling mendasar dalam sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Kalau dari awal tidak dipilah, sisanya akan sulit diurus,” ungkapnya Jumat (6/2/2026).

Mesin Penukar Plastik Jadi Poin

Selain bank sampah, pengumpulan plastik juga dilakukan lewat mesin Reverse Vending Machine (RVM), alat penukar botol plastik bekas menjadi poin digital.

Mesin ini ditempatkan di beberapa lokasi aktivitas pegawai dan tamu.

Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) Mina Dewi Sukmawati mengatakan pendekatan insentif dipakai agar orang mau mulai memilah.

Baca juga: Indosat dan OIKN Tanam Pohon di IKN, Perkuat Konsep Smart Forest City Berkelanjutan

“Nilainya memang kecil, tapi cukup untuk membangun kebiasaan,” ujarnya.

Mesin RVM tersebut didukung oleh Mayora Group. Sustainability Director Mayora Group Tunky Natanael Kurniawan mengatakan pengelolaan sampah perlu dibuat praktis agar dijalankan.

“Yang penting bisa dipakai sehari-hari,” katanya.

Pemilahan sampah ini masih dalam tahap awal dan akan disesuaikan dengan kesiapan fasilitas serta jumlah aktivitas di kawasan IKN. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved