Ibu Kota Negara
Botol Jadi Emas di IKN, Ini Caranya Agar Sampah Plastik Berubah Jadi Tabungan
Sampah plastik di IKN kini dipilah dan ditukar poin. Nilainya bisa jadi tabungan emas hingga saldo digital untuk dorong kebiasaan ramah lingkungan
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pengelolaan sampah plastik di IKN mulai mengarah pada sistem insentif berbasis poin dan tabungan sebagai upaya membangun budaya ramah lingkungan sejak dini.
Di sejumlah titik perkantoran dan area kegiatan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), botol dan kemasan plastik kini tidak lagi langsung dibuang, melainkan dipilah, dikumpulkan, dan ditukar menjadi poin bernilai ekonomi.
Skema ini memungkinkan plastik yang telah dipisahkan untuk disetor ke bank sampah.
Nilai dari sampah tersebut kemudian dicatat sebagai poin yang dapat dikonversi menjadi tabungan emas di Pegadaian maupun saldo uang elektronik.
Program tersebut masih berjalan secara terbatas di lingkungan tertentu di kawasan IKN dan disesuaikan dengan kesiapan fasilitas serta aktivitas di area tersebut.
Baca juga: Sat Polairud Polres PPU Bersihkan Pantai Nipah-Nipah, Tindak Lanjut Arahan Presiden Jaga Lingkungan
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan bahwa pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan langkah paling mendasar dalam sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Kalau dari awal tidak dipilah, sisanya akan sulit diurus,” ungkapnya Jumat (6/2/2026).
Mesin Penukar Plastik Jadi Poin
Selain bank sampah, pengumpulan plastik juga dilakukan lewat mesin Reverse Vending Machine (RVM), alat penukar botol plastik bekas menjadi poin digital.
Mesin ini ditempatkan di beberapa lokasi aktivitas pegawai dan tamu.
Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) Mina Dewi Sukmawati mengatakan pendekatan insentif dipakai agar orang mau mulai memilah.
Baca juga: Indosat dan OIKN Tanam Pohon di IKN, Perkuat Konsep Smart Forest City Berkelanjutan
“Nilainya memang kecil, tapi cukup untuk membangun kebiasaan,” ujarnya.
Mesin RVM tersebut didukung oleh Mayora Group. Sustainability Director Mayora Group Tunky Natanael Kurniawan mengatakan pengelolaan sampah perlu dibuat praktis agar dijalankan.
“Yang penting bisa dipakai sehari-hari,” katanya.
Pemilahan sampah ini masih dalam tahap awal dan akan disesuaikan dengan kesiapan fasilitas serta jumlah aktivitas di kawasan IKN. (*)
| Isu IKN Mandek Dibantah Otorita, Proyek Nusantara Disebut Terus Berjalan |
|
|---|
| Warga Sepaku Keluhkan Banjir Saat Hujan, OIKN Siapkan Proyek Drainase Koridor IKN |
|
|---|
| Senator DPD RI Minta Pemerintah Tak Plin-plan Soal Pemindahan IKN, Yulianus: Jangan Biarkan Mangkrak |
|
|---|
| Putusan MK sebut Jakarta Ibu Kota Negara hingga Ada Keppres, Otorita IKN: Investor tetap Positif |
|
|---|
| OIKN Pasang Sensor Pintar untuk Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan saat El Nino 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260206_Botol-Plastik-Jadi-Emas-Tabungan.jpg)