Jumat, 15 Mei 2026

Berita Paser Terkini

Kabupaten Paser jadi Pilot Project Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kaltim

Kabupaten Paser ditetapkan sebagai pilot project pengembangan ayam petelur dan broiler di Kalimantan Timur.

Tayang:
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
PUSAT HILIRISASI TERNAK - Kepala Disbunak Paser, Djoko Bawono menerangkan terkait proyek pembangunan hilirisasi ternak ayam, saat ditemui di Lokasi I Kebun Pandawa PTPN IV Regional 5, Desa Suatang, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Jumat (6/2/2026). Kabupaten Paser terpilih sebagai pilot project peternakan unggas di Kaltim. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Kabupaten Paser ditetapkan sebagai pilot project pengembangan ayam petelur dan broiler di Kalimantan Timur (Kaltim).

Program ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional untuk memperkuat sektor peternakan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau.  

Rencana pembangunan hilirisasi ternak ayam tersebut disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser, meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal maupun regional.

Hal itupun dibuktikan dengan digelarnya Groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Lokasi I Kebun Pandawa PTPN IV Regional 5, Desa Suatang, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Kampung Long Bagun Ulu Mahulu akan Prioritaskan Pemberdayaan dan Ketahanan Pangan

Pada giat itu, hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Paser, Katsul Wijaya, Kepala Disbunak Paser, Djoko Bawono, Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV, Ugun Untaryo beserta jajaran direksi dan tamu undangan.

Kepala Disbunak Paser, Djoko Bawono, menjelaskan bahwa groundbreaking ini difokuskan pada pembangunan parent stock (PS) dengan kapasitas produksi mencapai 100 ribu ekor sekali selesai.

"Tahap ini menjadi fondasi penting sebelum masuk ke pengembangan fasilitas lain yang lebih besar," terang Djoko saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Untuk sementara, lokasi yang disediakan oleh PTPN IV Regional 5 mencakup lahan seluas 10 hektare dan akan terus bertambah.

Jika kawasan itu berkembang menjadi pusat terintegrasi, kebutuhan lahan diperkirakan bisa mencapai 100 hektare dan menandakan bahwa skala proyek yang ambisius dan berorientasi jangka panjang.

Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Rutan Balikpapan Kembangkan Pertanian Hidroponik hingga Ternak Ayam

"Untuk menyukseskan program ini, kerja sama antar instansi sangatlah diperlukan," ungkapnya.

Djoko menambahkan, Kabupaten Paser menjadi daerah pertama di Kaltim yang mendapatkan program ini karena persyaratan yang dimiliki lebih lengkap dibandingkan wilayah lain.

Penunjukan tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas kesiapan Paser dalam mendukung pengembangan sektor peternakan unggas.  

"Setelah parent stock berdiri, pembangunan akan dilanjutkan dengan pendirian empat kandang pullet. Setiap kandang diproyeksikan mampu menampung ribuan ekor ayam, sehingga produksi dapat berjalan secara berkesinambungan dan memenuhi kebutuhan pasar," ulas Joko.

Dari sisi investasi, program ini diperkirakan akan menyerap dana sekitar Rp833 miliar untuk wilayah Kaltim di tahun ini.

Angka itu, sambung Djoko, merupakan bagian dari total Rp20 triliun yang disediakan oleh DANANTARA untuk mendukung pengembangan hilirisasi ayam di berbagai daerah. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved