Mogok Kapal Sungai Samarinda
23 Kapal Mogok di Dermaga Mahulu Samarinda, Buruh dan Sopir Bertahan Hidup dari Utang
Aktivitas dermaga Mahulu Samarinda berhenti 16 hari, buruh dan sopir kehilangan penghasilan, distribusi sembako ke Mahulu ikut terhambat
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Aktivitas bongkar muat Dermaga Mahulu Samarinda berhenti 16 hari.
- Buruh angkut dan sopir sembako kehilangan penghasilan harian.
- Distribusi kebutuhan pokok ke Mahulu tertahan, warga mulai kesulitan pasokan.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Aktivitas Dermaga Mahulu Samarinda berhenti total selama lebih dari dua pekan atau 16 hari hingga Senin (9/2/2026).
Dampaknya, buruh angkut dan sopir pengangkut sembako kehilangan sumber penghasilan harian, sementara distribusi kebutuhan pokok ke wilayah hulu Sungai Mahakam ikut terhambat.
Dermaga yang berada di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda itu biasanya menjadi pusat aktivitas bongkar muat kapal tujuan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Namun sejak kapal tidak beroperasi, aktivitas di kawasan tersebut nyaris lumpuh.
Kondisi pilu tersebut membuat buruh dan sopir angkut sembako meski kehilangan penghasilan harian.
Baca juga: 23 Kapal Samarinda-Mahulu Belum Beroperasi 16 Hari, BBM Solar Subsidi Tertahan Administrasi
Mereka terpaksa bertahan hidup dari sisa tabungan bahkan berhutang demi kebutuhan keluarga.
Makan dari Hasil Hutang
A. Gazali (50) salah satu buruh angkut yang akrab disapa Jali ditemui Tribunkaltim.co hanya duduk di warung tempat ia biasa menghabiskan kopi bersama teman–teman buruh lainnya.
Ia bercerita, sejak kapal-kapal tujuan wilayah hulu Sungai Mahakam atau dari Kota Samarinda ke Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tidak beroperasi, dirinya tak lagi bekerja.
Pekerjaan sampingan juga turut sulit didapatkan.
Biasanya, paling tidak Rp100 ribu per hari dari memanggul barang naik turun kapal ia bisa bawa pulang.
Baca juga: Ada Persyaratan Baru Verifikasi Kapal Sungai Mahakam, BBM Subsidi Belum dapat Disalurkan
Penghasilan ini menjadi sumber nafkah utama bagi keluarganya.
Tetapi sekarang, dua pekan terakhir, pemasukan tersebut hilang.
“Sekarang tidak ada kerja. Untuk makan sehari-hari terpaksa pakai tabungan,” kata Jali saat ditemui, Senin (9/2/2026).
Tak hanya itu, beberapa buruh lainnya turut menyampaikan, mereka saat ini lebih banyak berhutang ke pemilik warung.
| Distribusi BBM Solar Kapal Sungai di Kaltim Lancar, Rute Hulu Mahakam Kembali Bergeliat |
|
|---|
| 4 Fakta 10 Kapal Sungai Mahakam Tujuan Mahulu Masih Belum Dapat BBM Subsidi |
|
|---|
| Dishub Kaltim Akui 13 SK Terbit soal BBM Subsidi Kapal, Sisanya Terganjal Administrasi |
|
|---|
| Persoalan Administratif Hambat Suplai BBM ke 10 Kapal, BPH Migas dan Dishub Kaltim Segera Proses |
|
|---|
| Aktivitas Kapal ke Mahulu Sudah Lumpuh 16 Hari, Harga Beras Nyaris Rp1 Juta per Karung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260209_Buruh-dan-Sopir-Kapal-Dermaga-Mahulu-yang-Terkendala-BBM.jpg)