Rabu, 20 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

DPRD Balikpapan Nilai Persoalan Banjir Jadi Evaluasi

Penghargaan tersebut bukan untuk membuat OPD merasa puas diri, melainkan sebagai dorongan agar kinerja semakin ditingkatkan

Tayang:
TRIBUN KALTIM/Ary Nindita Intan R S
EVALUASI - Peringatan HUT ke-129 Balikpapan, Pemkot bersama DPRD Balikpapan juga telah melakukan peresmian sejumlah pembangunan yang ditandai secara simbolis melalui penandatangan prasasti dalam rangkaian agenda paripurna istimewa. (TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Pemberian penghargaan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan, diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja. Khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri dalam sidang paripurna istimewa, di Gran Senyiur Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (9/2/2026).

Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan untuk membuat OPD merasa puas diri, melainkan sebagai dorongan agar kinerja semakin ditingkatkan.

“Saya berharap dengan mendapatkan penghargaan ini bukan membuat jumawa, atau sekadar bersenang-senang. Tetapi menjadi pemicu untuk lebih meningkatkan kinerja para OPD,” ujar Alwi.

Baca juga: Ratusan Pemain Remi dan Joker Ikuti Lomba Dalam Rangka HUT Balikpapan

Pada peringatan HUT ke-129 Balikpapan, Pemkot bersama DPRD Balikpapan juga telah melakukan peresmian sejumlah pembangunan yang ditandai secara simbolis melalui penandatangan prasasti dalam rangkaian agenda paripurna istimewa.

“Pembangunan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan fasilitas dan infrastruktur kota,” ucapnya.

Kendati begitu, Alwi menekankan adanya beberapa evaluasi terhadap beberapa persoalan.

Salah satunya terkait penanganan banjir yang hingga kini masih perlu mendapat perhatian khusus.

Ia mengakui bahwa penanganan banjir membutuhkan anggaran yang sangat besar. Pasalnya, penanganan banjir perlu ditangani pada beberapa titik mulai dari hulu hingga ke hilir.

“Penanganan banjir itu sangat besar (anggarannya). Nominalnya tidak sampai Rp200 miliar, tapi sekarang kita gunakan baru sekitar 10 persen,” bebernya.

Alwi memastikan, Pemkot bersama DPRD Balikpapan akan terus berupaya untuk mengurangi persoalan banjir melalui perencanaan dan penganggaran secara maksimal.

Meski dihadapkan dengan kendala efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, serta pemangkasan dana bagi hasil (DBH) yang berdampak pada kekuatan keuangan daerah.

Baca juga: 81 Peserta Sajikan Keanekaragaman Indonesia saat Pawai Budaya Nusantara HUT Balikpapan ke-128 

Ia berharap kondisi keuangan daerah dapat kembali stabil pada tahun depan, sehingga bisa lebih fokus dalam menangani persoalan banjir.

“Efisiensi anggaran sangat mempengaruhi kekuatan keuangan kita. Sehingga memang banyak anggaran yang mestinya menjadi skala prioritas, kami tidak menghilangkan tapi mengurangi,” pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved