Jumat, 8 Mei 2026

Mogok Kapal Sungai Samarinda

Distribusi BBM Solar Kapal Sungai di Kaltim Lancar, Rute Hulu Mahakam Kembali Bergeliat

Layanan kapal motor yang melayani rute dari Samarinda menuju wilayah hulu Sungai Mahakam, seperti Kutai Barat Melak

Tayang:
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA
SOLAR SUBSIDI KALTIM - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, Rabu (11/2/2026) terkait update kapal Kota Samarinda–Hulu Mahakam. Berdasarkan informasi terbaru, terdapat 13 kapal yang melayani rute tersebut, per Rabu 11 Februari 2026, jumlahnya telah menjadi 22 kapal. Penambahan ini setelah dipastikan, SK dari BPH Migas telah dikeluarkan serta telah dilaporkannya terkait dokumen administratif kapal ke Kemenhub melalui Dinas Perhubungan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kabar baik bagi masyarakat pengguna transportasi sungai di Kalimantan Timur (Kaltim). 

Layanan kapal motor yang melayani rute dari Samarinda menuju wilayah hulu Sungai Mahakam, seperti Kutai Barat Melak, Long Iram hingga Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, kini mulai berangsur normal.

Setelah sempat mengalami kendala operasional tidak tersalurkannya Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi selama kurang lebih dua minggu terakhir.

“Sudah mendapatkan BBM. Besok juga ada kapal yang berangkat sesuai jadwal,” sebut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Hotmarulitua Manalu, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: 23 Kapal Mogok di Dermaga Mahulu Samarinda, Buruh dan Sopir Bertahan Hidup dari Utang

Berdasarkan informasi terbaru, terdapat 13 kapal yang melayani rute tersebut, per Rabu 11 Februari 2026, jumlahnya telah menjadi 22 kapal.

Penambahan ini setelah dipastikan, SK dari BPH Migas telah dikeluarkan serta telah dilaporkannya terkait dokumen administratif kapal ke Kemenhub melalui Dinas Perhubungan.

Pihak berwenang juga memastikan bahwa kapal-kapal tersebut akan mulai bertolak menuju Melak, Long Bagun, dan Long Iram mulai Kamis 12 Februari 2026.

Seiring dengan kembali normalnya operasional, pemerintah meminta seluruh operator kapal untuk tetap tertib administrasi. 

“Para operator kapal kami imbau agar untuk memperbaharui dokumen-dokumen kapal setelah SK ini terbit,” tukasnya.

KAPAL SUNGAI MOGOK - Ketidakpastian pasokan BBM bersubsidi untuk transportasi sungai di Kalimantan Timur masih berlanjut. Hingga Senin (2/2/2026), puluhan kapal pengangkut barang dan penumpang yang melayani rute Samarinda-Kutau Kartanegara-Kutai Barat-Mahakam Ulu masih belum dapat kembali beroperasi. (Pandawa Borniat/kompas.com)
KAPAL SUNGAI MOGOK - Ketidakpastian pasokan BBM bersubsidi untuk transportasi sungai di Kalimantan Timur masih berlanjut. Hingga Senin (2/2/2026), puluhan kapal pengangkut barang dan penumpang yang melayani rute Samarinda-Kutau Kartanegara-Kutai Barat-Mahakam Ulu masih belum dapat kembali beroperasi.  (Kompas.com/Pandawa Borniat)

Sorotan terhadap Operasional Kapal Mandiri

Dalam kesempatan tersebut, muncul juga pembahasan mengenai salah satu kapal, yakni Kapal Barokah, yang tetap beroperasi di tengah kendala dialami armada lain beberapa waktu lalu.

Manalu juga merespons bahwa Kapal Barokah memiliki dokumen lengkap untuk mendapatkan BBM subsidi.

Diketahui bahwa selama masa kendala tersebut, kapal ini tetap berjalan dengan hanya mengangkut barang (tanpa penumpang). 

Diduga kapal tersebut menggunakan BBM industri secara mandiri agar tetap bisa beroperasi, meskipun hal tersebut berdampak pada biaya transportasi yang lebih tinggi.

“Kami tidak mengetahui banyak, tapi setahu kami mereka jalan membawa barang dan menggunakan BBM industri," ujarnya.

Dari segi administrasi KM Barokah lengkap, tapi saat jalan kemarin di tengah sulit BBM.

"Mereka menggunakan solar industri,” tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved