Mogok Kapal Sungai Samarinda
Distribusi BBM Solar Kapal Sungai di Kaltim Lancar, Rute Hulu Mahakam Kembali Bergeliat
Layanan kapal motor yang melayani rute dari Samarinda menuju wilayah hulu Sungai Mahakam, seperti Kutai Barat Melak
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kabar baik bagi masyarakat pengguna transportasi sungai di Kalimantan Timur (Kaltim).
Layanan kapal motor yang melayani rute dari Samarinda menuju wilayah hulu Sungai Mahakam, seperti Kutai Barat Melak, Long Iram hingga Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, kini mulai berangsur normal.
Setelah sempat mengalami kendala operasional tidak tersalurkannya Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi selama kurang lebih dua minggu terakhir.
“Sudah mendapatkan BBM. Besok juga ada kapal yang berangkat sesuai jadwal,” sebut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Hotmarulitua Manalu, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: 23 Kapal Mogok di Dermaga Mahulu Samarinda, Buruh dan Sopir Bertahan Hidup dari Utang
Berdasarkan informasi terbaru, terdapat 13 kapal yang melayani rute tersebut, per Rabu 11 Februari 2026, jumlahnya telah menjadi 22 kapal.
Penambahan ini setelah dipastikan, SK dari BPH Migas telah dikeluarkan serta telah dilaporkannya terkait dokumen administratif kapal ke Kemenhub melalui Dinas Perhubungan.
Pihak berwenang juga memastikan bahwa kapal-kapal tersebut akan mulai bertolak menuju Melak, Long Bagun, dan Long Iram mulai Kamis 12 Februari 2026.
Seiring dengan kembali normalnya operasional, pemerintah meminta seluruh operator kapal untuk tetap tertib administrasi.
“Para operator kapal kami imbau agar untuk memperbaharui dokumen-dokumen kapal setelah SK ini terbit,” tukasnya.
Sorotan terhadap Operasional Kapal Mandiri
Dalam kesempatan tersebut, muncul juga pembahasan mengenai salah satu kapal, yakni Kapal Barokah, yang tetap beroperasi di tengah kendala dialami armada lain beberapa waktu lalu.
Manalu juga merespons bahwa Kapal Barokah memiliki dokumen lengkap untuk mendapatkan BBM subsidi.
Diketahui bahwa selama masa kendala tersebut, kapal ini tetap berjalan dengan hanya mengangkut barang (tanpa penumpang).
Diduga kapal tersebut menggunakan BBM industri secara mandiri agar tetap bisa beroperasi, meskipun hal tersebut berdampak pada biaya transportasi yang lebih tinggi.
“Kami tidak mengetahui banyak, tapi setahu kami mereka jalan membawa barang dan menggunakan BBM industri," ujarnya.
Dari segi administrasi KM Barokah lengkap, tapi saat jalan kemarin di tengah sulit BBM.
"Mereka menggunakan solar industri,” tukasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250324_Hotmarulitua-Manalu-di-Samarinda-soal-Parkir-Liar.jpg)