Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Jelang Ramadhan dan Imlek, Pedagang Bunga Ziarah di Samarinda Raup Omzet Jutaan Rupiah

Para pedagang bunga tabur di Kota Samarinda mulai bersiap menyambut lonjakan peziarah yang menjadi tradisi tahunan

Tayang:
Penulis: Nevrianto | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM/Nevrianto
OMSET JUTAAN – Anisa saat berjualan bunga ziarah di Pemakaman Muslimin, Jalan Abul Hasan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (13/2/2026). Menjelang Ramadan dan Imlek, pedagang bunga musiman bisa meraup pendapatan hingga Rp3 juta per hari atau mencapai Rp10 juta dalam sepekan. (TribunKaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo) 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Mendekati bulan suci Ramadan 1447 H, geliat ekonomi mulai terasa di kawasan pemakaman.

Para pedagang bunga tabur di Kota Samarinda mulai bersiap menyambut lonjakan peziarah yang menjadi tradisi tahunan.

Anisa, warga Jalan Meranti, Samarinda, adalah salah satu yang menggantungkan rezeki dari kelopak bunga dan irisan daun pandan.

Aktivitas ini bukan hal baru baginya, mahasiswi jurusan informatika ini mengaku sudah membantu ibunya berjualan bunga di Pemakaman Muslimin, Jalan Abul Hasan, sejak masih duduk di bangku TK.

"Sudah lebih dari 15 tahun saya ikut ibu jualan bunga di sini. Biasanya, dua hari menjelang Ramadan adalah puncak keramaian peziarah," ujar Anisa saat ditemui Tribun, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Menghitung Hari Jelang Ramadhan 2026, Adab dan Bacaan Doa Ziarah Kubur

Tahun ini, momentum Ramadan berdekatan dengan perayaan Imlek.

Anisa memprediksi puncak keramaian akan terjadi pada Minggu (15/2) dan Selasa depan karena bertepatan dengan cuti bersama.

"Prediksi saya Minggu besok mulai ramai. Puncaknya Selasa karena bertepatan dengan momen Imlek, di mana warga non-muslim (Tionghoa) juga biasanya berziarah dan membeli bunga. Harganya bisa mencapai Rp40.000 per kemasan," jelasnya.

Selain menjelang Ramadan, momen tiga hari sebelum Lebaran hingga hari H Idul Fitri juga menjadi masa "panen" bagi para pedagang bunga.

Meski terlihat sederhana, omzet yang diraup cukup menggiurkan.

Pada hari Jumat yang cerah di awal bulan, Anisa bisa mengantongi pendapatan kotor sekitar Rp800.000 dengan keuntungan bersih Rp500.000.

"Kalau menjelang Ramadan, per hari bisa tembus Rp1 juta sampai Rp3 juta. Dalam sepekan di tahun 2025 lalu, total pendapatan bisa mencapai Rp10 juta," bebernya.

Namun, ia mencatat adanya tren penurunan keuntungan dalam tiga tahun terakhir.

Jika pada 2023 keuntungan mencapai 100 persen, di tahun 2024 turun menjadi 80 persen, dan pada 2025 berada di angka 70 persen.

Menjalani profesi ini selama belasan tahun bukan tanpa kendala. Tantangan terbesar saat ini adalah sulitnya mencari bahan baku, terutama daun pandan dan bunga kertas.

Baca juga: Hukum dan Doa Ziarah Kubur Jelang Ramadhan, Perhatikan Adabnya

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved