Senin, 18 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Proyek Jalan Alternatif Kukar–Kubar 90 Km, DPRD Kaltim Minta DED Tuntas

Proyek jalan alternatif Kukar–Kubar sepanjang 90 kilometer kembali disorot DPRD Kaltim.

Tayang:
HO/DPRD KALTIM
JALAN ALTERNATIF - Ilustrasi Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel meninjau proyek jalan. Proyek jalan alternatif sepanjang 90 kilometer yang menghubungkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) diminta tidak berhenti pada tataran wacana. (HO/DPRD KALTIM) 

Ringkasan Berita:
  • DPRD Kaltim meminta penyusunan Detail Engineering Design (DED) dirampungkan karena menjadi dasar KAK dan RKA sebelum proyek jalan alternatif Kukar–Kubar dieksekusi.
  • Pemprov Kaltim mengalami efisiensi lebih dari Rp6 triliun, Kukar dari Rp12 triliun menjadi Rp6 triliun, dan Kubar dipangkas Rp400–500 miliar.
  • Jalan tembus 90 km di kawasan Kenohan diyakini mempercepat arus logistik, memangkas waktu tempuh, dan membuka akses wilayah pedalaman.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Proyek jalan alternatif sepanjang 90 kilometer yang menghubungkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) diminta tidak berhenti pada tataran wacana.

DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan, penyusunan Detail Engineering Design atau DED harus segera dituntaskan sebagai fondasi utama pembangunan.

Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menekankan bahwa dokumen teknis tersebut menjadi kunci agar proyek strategis ini tidak pincang sejak tahap awal.

“DED Menjadi dasar penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Tanpa dokumen perencanaan teknis yang komprehensif, proses pembangunan berisiko tidak berjalan efektif," ujar Ekti, Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Jalan Nasional Ruas Kukar-Kubar Diperbaiki, ODOL Diminta tak Melintas Sembarangan

Menurut legislator daerah pemilihan Kubar–Mahulu ini, keberhasilan proyek sangat bergantung pada sinergi tiga pilar, yakni Pemkab Kukar, Pemkab Kubar, dan Pemprov Kaltim.

Tanpa kesepahaman yang kuat, tahapan perencanaan hingga eksekusi dikhawatirkan berjalan lambat.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur ini dihadapkan pada tantangan berat akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Pemprov Kaltim disebut mengalami pengurangan anggaran lebih dari Rp6 triliun.

Baca juga: Warga Kubar Senang Jalan Rusak Muara Lawa-Bentian Besar Diperbaiki: Mobil Sering Mundur

Kabupaten Kutai Kartanegara pun terdampak signifikan, dari sebelumnya sekitar Rp12 triliun kini tersisa sekitar Rp6 triliun.

Sementara Kabupaten Kutai Barat mengalami pemangkasan sekitar Rp400 hingga Rp500 miliar.

Kondisi fiskal yang menantang tersebut dinilai tidak boleh menjadi alasan untuk mengesampingkan proyek konektivitas antardaerah ini.

Ekti menyebut jalan alternatif Kukar–Kubar sebagai investasi jangka panjang yang akan memperkuat pembangunan kawasan pedalaman.

“Perlu ada kesepahaman dan kerja sama antara Pemkab Kubar, Pemkab Kukar, dan Pemprov Kaltim agar tahapan ini bisa segera diselesaikan,” tegasnya.

Baca juga: Jalan Rusak Muara Lawa–Bentian Besar Kubar Akhirnya Diperbaiki, Anggaran Capai Rp 183 Miliar

Keberadaan jalur baru tersebut diyakini akan memangkas waktu tempuh, mempercepat arus logistik, serta memperkuat komunikasi antarwilayah di Bumi Etam.

“Memang mempersingkat waktu tempuh dan mempercepat arus logistik. Kita juga membantu untuk menjembatani komunikasi tersebut,” tandas Politisi Gerindra tersebut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved